Langsung ke konten utama

Postingan

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Jangan Harap

Aku tahu kamu memang cantik dan menarik. Dresmu yang ketat membentuk lekuk-lekuk tubuhmu yang indah. Aku tahu. Tetapi, apakah kamu kira semua lelaki akan memuja lenggak lenggokmu? Kamu salah. Salah sekali. Masih ada laki-laki yang tak peduli dengan lenggak lenggokmu. Laki-laki itu adalah diriku. Aku. Akulah lelaki itu. Lelaki yang tak mudah terbuai oleh godaan lekuk tubuhmu.

Terima Kasih Cinta

Aku tak pernah menyangka laki-laki hebat nan gagah itu memilihku. Padahal Marisa Sang Gadis Idaman itu jauh lebih cantik dan menarik dibanding diriku. Aku sendiri awalnya tak mengerti kenapa ia memilihku. Jawabannha barulah kufahami setelah kami duduk di pelaminan. Baiklah akan kuceritakan kisah cintaku kepadamu.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

CINTA ITU...

"Seperti yang pernah aku utarakan kepadamu kemarin. Aku tidak memintamu menjadi pacarku. Tetapi, aku memintamu menjadi istriku." Ujarku dengan lembut di ujung telepon. "Terima kasih atas niat baik akhie. Aku menghargai itu. Namun, agar niat baik akhie penuh keberkahan. Sebaiknya katakan itu kepada orang tuaku langsung bukan kepadaku. Lagi pula, aku merasa sangat berharga ketika dipinta secara layak." Jawabnya dengan tegas. Muncul rasa malu menghampiriku saat mendengar tegurannya. Iya, sebaiknya memang aku langsung menghadap orang tuanya. Bismillah, niatku baik karena Alloh. Semoga Alloh mempermudah. Aamiin. Beberapa akhwat memiliki murobbiyah sebagai pembimbingnya namun karena akhwat ini afiliasi harokahnya berbeda, ia pun tak memiliki murobbiyah secara personal. Karenanya, sedikit membingungkanku bagaimana memintanya secara layak. Aku sadar kesalahan caraku di atas. Karenanya, besok aku akan "memintanya" secara layak. Sejujurnya gadis ini tak asing ba...

Aku adalah Raja dan Kamu adalah Ratu

Sejak menikah beberapa bulan yang lalu, sebuah aktifitas baru menjadi kebiasaan baruku yang tak pernah terlewatkan. Yaitu, mampir ke mesjid untuk berdandan ria setelah pulang kerja dan sebelum bertemu istriku. Jujur, aku memang terobsesi untuk terlihat tampan dan gagah di depan istriku. Aku serius. Entah menurut kalian aku terlalu berlebihan atau tidak. Tetapi, aku merasa sangat bahagia sekali saat melihat istriku tertegun dan terpesona saat berjumpa denganku. Rasanya itu... Woooow.. Untung tidak pecah dadaku saking bahagianya. Sebelum sampai ke rumah setelah pulang kerja, aku menyempatkan diri untuk cuci muka dan merapikan diri di mesjid dekat rumahku. Dan dengan langkah semangat aku bergegas menuju rumahku. Kuketuk perlahan pintu rumahku sambil mengucap salam. Dan seraut paras bidadari istriku memalingkan duniaku. Sebuah simpul senyuman dan keterpesonaan menghampiri paras bidadarinya. Tak luput ucapan, "Ayah hari ini ganteng sekali. Ayah terlihat fresh dan gagah. Aku makin ci...

For My Sister

Nasihat k melihat nana yg sudah membutuhkan teman ngobrol yaitu menikah. InsyaAllah lebih berkah dan halal. Buat nana mah gampang, hanya tinggal minta sama abahnya. Na, tidak ada laki2 yg sempurna atau seideal mungkin. Tidak ada yg sempurna sama seperti diri kita sendiri. Kita tak sempurna termasuk iman kita, karenanya mengharap yg sempurna hanya pepesan kosong saja. InsyaAllah dengan menikah hidup nana akan bahagia dan tenang. Teman ngobrol, teman diskusi dsb akan nana dapatkan dgn menikah. Jujur, agak lucu dan kaget, k nerima permintaan nana yg meminta teman cwo yang asyik diajak ngobrol. Padahal jalannya gampang dan berkah, yaitu menikah. Yaa tinggal calling abahnya. Semoga Alloh mempermudah nana memperoleh teman ngobrol yang halal dan berkah.