Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Contemplation

Bidadari Surga

Demi Alloh, kecantikan dan kemolekan wanita di dunia tak ada nilai secuil pun dibanding bidadari surga. Ya Alloh, jauhkanlah hamba dari wanita dunia. dan dekatkanlah hamba dengan para bidadari surga. Aamiin...

Fitnah Hidup

"Ya Ustadzie, apa yang harus ana lakukan dengan para wanita ini? Ana bingung." Ujar Karim sambil menangis pilu. "Kenapa antum menangis Ya Akhie? Solusi ana buat antum sangat mudah sekali." Tanya Ustadz dengan lembutnya. "Bagaimanakah solusinya Ya Ustadzie?" Tanya Kariem dengan antusias. "Tinggalkan mereka. Solusi yang simple bukan?" Jawab Ustadz. "Tidak semudah itu Ya Ustadzie.Tidak semudah itu." Ujar Karim kembali. "Lho!Tidak semudah bagaimana Ya Akhie? Tanya Ustadz "Tidak semudah itu Ya Ustadz. Ana tidak tega. Ana kasihan kepada mereka. Ana merasa iba." Terdengar hembusan nafas karim yang begitu berat. "Istighfar Ya Akhie, seharusnya antum mengasihani diri antum sendiri yang sedang di bibir jurang neraka. Seharusnya antum iba kepada diri antum sendiri yang belum tentu masuk jannah." Terdengar suara ustadz dengan tegasnya. Karim nampak terkejut sekali seolah baru terpikir olehnya nasihat ustadz i...

MODUS OTAK ORBA???

Saat musim kampanye saling menjelek-jelekkan calon lawan itu wajar dan lumrah terjadi. Bukan hanya Jokowi yang dijelek-jelekkan oleh pendukung lawan politiknya, Prabowo pun sama dijelek-jelekkan juga oleh para anti Prabowo. Foto-foto rekayasa yang super aneh membully Jokowi dan Prabowo tersebar secara masif di socmed. Jadi, kesimpulannya adalah Jokowi dan Prabowo sama-sama dirugikan KETIKA itu. Sosok MA yang katanya menjelek-jelekkan Jokowi dengan foto rekayasanya hanyalah salah satu di antara ribuan bahkan mungkin jutaan dari para pembenci keduanya. Apa yang dilakukan MA hanyalah euforia pilpres yang bukan hanya dilakukan MA tetapi dilakukan pula oleh ribuan simpatisan keduanya. Dan yang mengalami bullying itu bukan hanya Jokowi tetapi juga Prabowo. So, musim kampanye apa sih yang tidak terjadi. Dewasa dikit napa Pak Polisi. Pak Polisi menjeratnya dengan UU ITE dan UU Pornografi. Pak Bos, kita gak bodoh-bodoh amat kali. Itu yang lebih porno dibanding yang diposting si MA ban...

KESEMPATAN YANG KEDUA

"Wow, ternyata akhirat hanya begini saja. Aku pikir gimana gitu." Pikirku sambil tertawa riang. "Qiamat telah terjadi dan ternyata hanya begini saja. Aku masih melenggang bebas tanpa ada rintangan apapun. Hmhm... Aku memang layak masuk surga. Amal kebajikanku banyak pastinya Alloh memasukanku ke dalam surga. Hahaha..." Aku tertawa puas dan bangga sekali dengan diriku. "Aduuh panaaaaas... Ampuuun Ya Alloh... Aku bertaubat Ya Alloh.. Panaaas." Aku menghentikan tertawaku. Terkejut mendengar rintihan kesakitan. Di mana suara rintihan itu? Kepalaku menengok kanan kiri namun tak kutemukan empunya suara. Kuarahkan pandanganku ke bawah kakiku. Hah, aku terkejut bukan kepalang ternyata di bawahkulah tempat siksaan neraka jahannam tempat para pendosa. Kulihat jutaan sosok manusia sedang menghadapi hari penghukuman. Namun, mataku tertuju kepada sosok laki-laki yang rintihannya kudengar keras tadi. Kutatap ia dengan penuh rasa penasaran. Eh,sepertinya wajahnya tidak...

Mbah Mun...

Melihat wajah Mbah Mun {KH. Maimun Zubair} terharu rasanya. Seringkih dan setua itu masih saja disibukkan dengan sikap kekanak-kanakkan anak-anaknya di PPP. Kasian sekali beliau. Ane yang non PPP saja melihat tatapan lembut beliau sangat terharu dan malu jika saja membuatnya kecewa. Ini orang PPP sendiri malah ribut, bukan hanya mempermalukan para elitenya sendiri tetapi mempermalukan Mbah Mun juga. Apakah mereka sudah kehilangan rasa malunya kepada beliau? Kasian sekali engkau Mbah. Semoga Alloh menjaga hidupmu, menyehatkanmu dan memanjangkan usiamu, Mbah Mun. Aamiin.

Orang Besar dan Orang Kecil

Dalam dunia dakwah, perbedaan orang kecil dan orang besar adalah hobi berdebat. Orang kecil mengira perdebatannya akan membuatnya menjadi orang besar dan gagah. Padahal sebaliknya, semakin melemahkannya. Bukan hanya melemahkan dirinya tetapi melemahkan dakwah. Perdebatan semakin membuatnya jauh dari nilai Islam. Dia sibuk mencari kesalahan dan kelemahan lawan debatnya. Rusaklah hatinya. Orang besar hobinya berdiskusi dalam lingkup ukhuwah dan mencari persamaam demi persatuan Islam. Perbedaan wasilah dakwah itu biasa, karenanya orang besar sangat visioner dalam memandang kehidupan dakwahnya. Ingat ya ikhwan, berdebat dengan sesama aktivis dakwah hanya akan mematikam hati antum, hanya akan memutuskan tali silaturrahim dan membuat gembira para musuh-musuh Islam. Berpikirlah dewasa dan bijak. Mengalah bukan berarti kalah justru itu adalah kemenangan antum. Kemenangan masa depan dakwah Islam. Jika antum berpikir Islami, tidak akan ada lagi perdebatan setelah komentar ana.

HARAPAN

"Harapan memang suatu perasaan yang luar biasa kuatnya. Harapan dapat menimbulkan gairah hidup. Kalau masih mempunyai harapan, maka orang akan mampu menanggung segala derita yang seberat apapun. Sebaliknya orang yang sudah kehabisan harapan atau yang putus harapan akan mudah melakukan hal-hal yang tidak benar. Bahkan banyak orang membunuh diri karena sudah putus harapan. Akan tetapi sebaliknya, harapan yang terlalu digantungi dapat pula menimbulkan kekecewaan pada akhirnya. Karena hanya orang yang berharap sajalah yang akan kecewa kalau harapannya tidak terkabul." "Karena itu, orang tidak boleh putus harapan akan tetapi juga tidak baik kalau terlalu mengharap sesuatu secara berlebihan. Harapan yang terlalu berlebihan merupakan keinginan nafsu yang tidak akan pernah terpuaskan. Kalau harapan itu terpenuhi sekalipun, biasanya tidak seindah seperti yang diharapkan, atau tidak terasa sebaik seperti yang diharapkan atau diinginkan karena keinginan sudah menghendaki hal lain ...

TAKUT

Rasa takut adalah suatu perasaan yang timbul apabila orang menghadapi sesuatu yang belum terjadi. Kalau orang membayangkan hal-hal yang hebat, malapetaka yang akan menimpanya di masa depan, maka orang itu akan dicekam perasaan takut. Takut dan khawatir hanya merupakan permainan dari pikiran kita sendiri yang membayangkan hal-hal yang belum tiba, memikirkan masa depan dan mengkhayalkan kejadian-kejadian mengerikan yang mungkin menimpa diri kita. Kalau kejadian itu sudah datang menimpa kita, maka rasa takut itu pun tidak akan ada lagi. Kemudian muncul kembali rasa takut membayangkan hal lain yang mungkin datang menimpa kita yang lebih hebat lagi. Kalau ada wabah mengamuk, kita yang belum terkena penyakit tentu menjadi ketakutan dengan membayangkan bahwa kita akan terkena penyakit itu. Akan tetapi kalau penyakit benar-benar sudah menimpa kita, kita tidak lagi takut menghadapi penyakit yang sudah diderita, yang kita takuti mungkin kematian yang belum tiba. Pendeknya, segala hal yang belu...

Takdir

"Menerima kenyataan dan menerima keadaan adalah suatu sikap yang amat bijaksana. Orang akan dapat melalui keadaan yang sehebat dan sesengsara sekalipun jika memiliki sikap seperti itu. Menerima kenyataan yang ada dan menerima keadaan tanpa tenggelam ke dalam duka. Bukan berarti berhenti dan jatuh, melainkan tetap berusaha hanya tidak tenggelam ke dalam duka dan putus harapan." "Jika orang bersikap menerima kenyataan maka akan melahirkan harapan-harapan baru dan dapat memetik hikmah dari setiap keadaan yang seburuk apapun." "Menerima kenyataan ini berarti iman yang sepenuhnya kepada Alloh. Memaklumi bahwa segala sesuatu ditentukan oleh Alloh, karena itu tidak ada yang perlu dan patut dikeluhkan lagi. Melainkan menengadah, menerima kenyataan dan menyerah kepada kekuasaan Tuhan dengan penuh keikhlasan Beginilah sikap seorang bijaksana dan sikap seperti ini membebaskan kita dari belenggu duka." {Asmaraman S. Kho Ping Hoo, "Si Tangan Sakti"} Subha...

Nikmat Tuhan Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?

"Ayah jangan menangis." Ujar putri kecilku saat melihat suamiku menangis tersedu-sedu ba'da qiyamullail. Aku pun belum pernah melihatnya menangis sememilukan seperti saat ini. Suamiku tersenyum dengan sisa air matanya yang masih terlihat. Putriku mendekatinya dan langsung duduk di pangkuannya. "Bunda, sini." Panggil suamiku dengan lembut. Aku pun duduk di sampingnya. Seperti biasa aku akan mendapatkan 'pencerahan' baru dari suamiku. "Ayah tadi sore bertemu dengan seorang pemulung tua yang seluruh tubuhnya penuh kutil." Ujar suamiku memulai tausyiahnya. "Ayah merinding dan terharu melihatnya." Ia berhenti sejenak lalu menatapku dengan mesra. Kusandarkan kepalaku di bahunya. Ia pun membelai kepalaku dengan lembut. "Ayah pun mendekatinya dan memberinya uang beberapa ribu. Dalam perjalanan pulang ayah teringat terus dengan pemulung itu. Ayah merasa merasa menyesal hanya memberinya beberapa ribu, padahal seratus ribu pun rasanya ma...

Jiwaku

Terkadang aku tak mengenal diriku Betapa seringnya aku melupakan Bingung aku dibuatnya Ya Alloh.. Betapa mudahnya aku tertarik dengan kecantikan paras Padahal sangat berbahaya untukku Ah, aku tahu.. Aku merindukan keheningan malam.. Aku rindu..

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

CINTA ITU...

"Seperti yang pernah aku utarakan kepadamu kemarin. Aku tidak memintamu menjadi pacarku. Tetapi, aku memintamu menjadi istriku." Ujarku dengan lembut di ujung telepon. "Terima kasih atas niat baik akhie. Aku menghargai itu. Namun, agar niat baik akhie penuh keberkahan. Sebaiknya katakan itu kepada orang tuaku langsung bukan kepadaku. Lagi pula, aku merasa sangat berharga ketika dipinta secara layak." Jawabnya dengan tegas. Muncul rasa malu menghampiriku saat mendengar tegurannya. Iya, sebaiknya memang aku langsung menghadap orang tuanya. Bismillah, niatku baik karena Alloh. Semoga Alloh mempermudah. Aamiin. Beberapa akhwat memiliki murobbiyah sebagai pembimbingnya namun karena akhwat ini afiliasi harokahnya berbeda, ia pun tak memiliki murobbiyah secara personal. Karenanya, sedikit membingungkanku bagaimana memintanya secara layak. Aku sadar kesalahan caraku di atas. Karenanya, besok aku akan "memintanya" secara layak. Sejujurnya gadis ini tak asing ba...

For My Sister

Nasihat k melihat nana yg sudah membutuhkan teman ngobrol yaitu menikah. InsyaAllah lebih berkah dan halal. Buat nana mah gampang, hanya tinggal minta sama abahnya. Na, tidak ada laki2 yg sempurna atau seideal mungkin. Tidak ada yg sempurna sama seperti diri kita sendiri. Kita tak sempurna termasuk iman kita, karenanya mengharap yg sempurna hanya pepesan kosong saja. InsyaAllah dengan menikah hidup nana akan bahagia dan tenang. Teman ngobrol, teman diskusi dsb akan nana dapatkan dgn menikah. Jujur, agak lucu dan kaget, k nerima permintaan nana yg meminta teman cwo yang asyik diajak ngobrol. Padahal jalannya gampang dan berkah, yaitu menikah. Yaa tinggal calling abahnya. Semoga Alloh mempermudah nana memperoleh teman ngobrol yang halal dan berkah.

Cinta Tak Pernah Salah

"Cinta Tak Pernah Salah" Sebut saja namanya Aisha. Ia seorang akhwat yang berusia delapan belas tahun. Ia memang masih muda namun ia telah aktif dalam berbagai aktifitas dakwah. Melihat aktifitasnya itulah aku tak ragu-ragu lagi untuk mengajaknya menikah. Ia sendiri sebenarnya tidak menolak ajakanku hanya saja ia merasa terlalu muda untuk menikah dan terutama masih ada kakak perempuannya yang belum menikah. "Kak, afwan. Ana sendiri merasa bahagia dengan ajakan kakak untuk menggenapkan setengaj dinn ini. Namun, mohon maaf sebelumnya, usia ana baru 18 tahun. Ana juga baru masuk kuliah. Terlebih lagi, ada kakak ana yang belum menikah." Begitulah jawabannya ketika itu yang kubaca dari pesan BBM-nya. Aku hanya tersenyum saat membacanya. Aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Dan tahu seperti apa wajahnya. Salah seorang ikhwan sesama mahasiswa-lah yang merekomendasikanku. Mungkin saking terlalu semangat langsung saja ia kuhubungi tanpa melalui mak comblang. Berunt...