Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Imagination

Inikah Cinta?

Cinta memang gila sangat gila dan aku merasa sebagai korban kegilaan cinta. Logikaku hilang dan mabuk kepayang. Aku tak pernah menyangka waktu enam tahun tak mengurangi rasa cinta dan rinduku kepadanya. Aku tahu ia sudah menikah dan mempunyai seorang putri nan cantik. Tetapi, saat bersua kembali dengannya menghadirkan sensasi rasa silam yang luar biasa. "Marisa..." panggilku penuh kerinduan. Ia tanpa sengaja kutemui di tengah ribuan buku di Gramedia Bandung. Ia nampak kaget dan terkejut sekali. Sejenak ia terdiam membisu. Aku pun tersenyum dan mendekatinya. "Aa..." Jawabnya singkat. Kutatap ia dengan antusiasme rindu yang luar biasa. Aku tahu sinar mata kami membayang kenangan masa lalu yang manis dan membahagiakan. "Iya..." Jawabku singkat. Mata kami bertaut tanpa kami sadari. Aku dan dia masih terbius kenangan indah. "Bunda..." Suara merdu gadis mungil mengagetkan kami berdua. Seketika kulihat wajahnya merona merah. Kurasakan parask...

Butiran Debu

Tak ada wanita yang berharap ditakdirkan menjadi seorang janda. Termasuk diriku. Aku harus menerima kenyataan hidup ini. Aku tak ingin mengeluh toh sekeras-kerasnya aku mengeluh tetap saja hidup harus terus berjalan. Jujur, kuakui aku masih trauma. Sakitnya masih terasa menyakitkan. Jika teringat perselingkuhannya aku hanya bisa menangis perih. Terkadang Nadia putriku satu-satunya terbangun saat mendengar isak tangisku di kelam malam. Iya, Nadia. Hanya dialah pelipur laraku. Entah apa yang akan terjadi jika saja tak ada Nadia di sampingku. Rasanya aku tak akan sanggup bertahan dalam kejamnya hidup jika tak ada Nadia. Aku hanyalah seorang wanita biasa. Aku bukanlah wanita-wanita sholihah yang mampu bertahan sekuat karang saat diterjang gelombang kehidupan. Aku hanyalah wanita rapuh dan lemah yang terkadang jatuh dan mudah karam. Sekarang aku hanya bisa berharap Alloh karuniakan kepadaku kebahagiaan dan keberkahan hidup bersama Nadia. Mungkin resiko seorang janda sering digodain laki-...

Menikah Untuk Bahagia

Aku merasakan keharuan yang dalam saat mendengar senandung Edcoustic mengalun merdu dalam resepsi pernikahanku. Hampir saja aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. Kutatap sekilas wajah istriku yang berdiri di sampingku. Nampak kelelahan tergambar jelas dari wajahnya. Betapa beruntungnya diriku, Alloh pilihkan seorang gadis yang istimewa untukku. Sangat istimewa. Terima kasih Ya Alloh. Sepertinya lirik nasyid Edcoustic menyindirku secara langsung. Lirik nasihatnya melahirkan rasa malu dalam hatiku. Ah, sepertinya aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. "Sayang.." Ujarku lembut. "Aa mau ke belakang dulu ya. Sebentar." Kubelai kepalanya dengan lembut sambil berlalu menuju kamar pengantin. "Ya Alloh, terima kasih Ya Rohman. Betapa Maha Baiknya Engkau kepadaku, Engkau karuniakan laki-laki pendosa nan hina sepertiku ini seorang istri yang sholehah. Padahal betapa banyaknya dosa yang telah kulakukan. Ampuni aku Ya Ghoffaar..." Air mataku tumpah tak terta...

Pilihan Hidup

"Itu cantik tuh" "trus?" jawabku. "iya cantik kan?" "iya memang cantik. Trus kalau cantik kenapa gitu?" Iya, trus Apalagi yang antum tunggu." "tunggu? Tunggu apanya maksudnya? "hih. Antum nih pura-pura tidak faham." "Ana faham. Faham sekali. Cuma masalahnya, apakah menikah itu kriterianya hanya dari segi fisik semata? Kalau ana melihatnya dari sisi kecantikan mah mungkin sudah sedari dulu ana memilih. Tidak sesimple itu."

CINTA ITU...

"Seperti yang pernah aku utarakan kepadamu kemarin. Aku tidak memintamu menjadi pacarku. Tetapi, aku memintamu menjadi istriku." Ujarku dengan lembut di ujung telepon. "Terima kasih atas niat baik akhie. Aku menghargai itu. Namun, agar niat baik akhie penuh keberkahan. Sebaiknya katakan itu kepada orang tuaku langsung bukan kepadaku. Lagi pula, aku merasa sangat berharga ketika dipinta secara layak." Jawabnya dengan tegas. Muncul rasa malu menghampiriku saat mendengar tegurannya. Iya, sebaiknya memang aku langsung menghadap orang tuanya. Bismillah, niatku baik karena Alloh. Semoga Alloh mempermudah. Aamiin. Beberapa akhwat memiliki murobbiyah sebagai pembimbingnya namun karena akhwat ini afiliasi harokahnya berbeda, ia pun tak memiliki murobbiyah secara personal. Karenanya, sedikit membingungkanku bagaimana memintanya secara layak. Aku sadar kesalahan caraku di atas. Karenanya, besok aku akan "memintanya" secara layak. Sejujurnya gadis ini tak asing ba...

For My Sister

Nasihat k melihat nana yg sudah membutuhkan teman ngobrol yaitu menikah. InsyaAllah lebih berkah dan halal. Buat nana mah gampang, hanya tinggal minta sama abahnya. Na, tidak ada laki2 yg sempurna atau seideal mungkin. Tidak ada yg sempurna sama seperti diri kita sendiri. Kita tak sempurna termasuk iman kita, karenanya mengharap yg sempurna hanya pepesan kosong saja. InsyaAllah dengan menikah hidup nana akan bahagia dan tenang. Teman ngobrol, teman diskusi dsb akan nana dapatkan dgn menikah. Jujur, agak lucu dan kaget, k nerima permintaan nana yg meminta teman cwo yang asyik diajak ngobrol. Padahal jalannya gampang dan berkah, yaitu menikah. Yaa tinggal calling abahnya. Semoga Alloh mempermudah nana memperoleh teman ngobrol yang halal dan berkah.

Cinta Tak Pernah Salah

"Cinta Tak Pernah Salah" Sebut saja namanya Aisha. Ia seorang akhwat yang berusia delapan belas tahun. Ia memang masih muda namun ia telah aktif dalam berbagai aktifitas dakwah. Melihat aktifitasnya itulah aku tak ragu-ragu lagi untuk mengajaknya menikah. Ia sendiri sebenarnya tidak menolak ajakanku hanya saja ia merasa terlalu muda untuk menikah dan terutama masih ada kakak perempuannya yang belum menikah. "Kak, afwan. Ana sendiri merasa bahagia dengan ajakan kakak untuk menggenapkan setengaj dinn ini. Namun, mohon maaf sebelumnya, usia ana baru 18 tahun. Ana juga baru masuk kuliah. Terlebih lagi, ada kakak ana yang belum menikah." Begitulah jawabannya ketika itu yang kubaca dari pesan BBM-nya. Aku hanya tersenyum saat membacanya. Aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Dan tahu seperti apa wajahnya. Salah seorang ikhwan sesama mahasiswa-lah yang merekomendasikanku. Mungkin saking terlalu semangat langsung saja ia kuhubungi tanpa melalui mak comblang. Berunt...

True Love

"TRUE LOVE" Part One by Muhammad R. Gumilar Tiada kebahagiaan bagi seorang suami sepulangnya kerja selain sambutan senyuman manis penuh cinta dari sang isteri. Begitu pula yang kurasakan senja ini. Kepenatan dan kelelahan akibat pekerjaan berikut macet dan panasnya Jakarta seolah tak berarti saat bertemu senyuman isteriku. Nampak istriku dengan senyuman manisnya berdiri menyambutku di depan pintu teras rumahku. Dari sinar matanya tak perlu aku ragukan betapa ia mencintaiku. Mata beningnya nampak berkaca-kaca. Ah, aku benar-benar menemukan pelabuhan cinta terakhirku. Aku mencintainya sepenuh jiwaku. "Assalamu'alaikum..." Kuucapkan salamku dengan senyuman kebahagiaan di wajahku. Bagaimana tidak bahagia, aku disambut dengan senyuman manis istriku. "Wa'alaikumussalam... " Jawab isteriku sambil mencium punggung tangan kananku. Kupeluk tubuhnya dengan lembut sambil mengecup keningnya. "I love you, sayang. Abie kangen nih." Ujarku lirih sa...

BILA RASAKU INI RASAMU

"Ana harap antum simpan dan jaga biodata ini. Jangan diobral dengan teman-teman antum yang lain. Kecuali dengan orang tua dan keluarga antum yang lain. Anggap laksana aib bila yang tidak punya hak membaca biodata ini." Epilog ustadz Hasan laksana pisau ukir yang sedang mengukir diriku. Ada sejuta rasa yang meresap dalam-dalam ke dalam jiwaku. Rasa yang sulit kulukiskan. Kutatap biodata beramplop putih itu. Belum berani menyentuh sedikit pun. Mimpikah ini? Aku merasa belum waktunya, tapi hukum alam berlaku, usiaku terus bertambah. Rasanya seperti baru kemarin SMA. Apa mau dikata. Aku tersenyum malu. "Iya. ustadz. Insya Allah ana akan jaga amanat antum." Sejenak aku terdiam, masih sedikit terbius kelengangan antara mimpi dan kenyataan. Lalu kuambil amplop putih di depanku itu. Sentuhan pertama terasa dingin. Entahlah mungkin aku sendiri yang terlalu lebay. Kumasukan ke dalam tas kecilku. Kutarik nafas dalam-dalam. Hening. "Kalau gitu ana pamit dulu, ustadz....

"KESUNGGUHAN CINTA ; Ketika Cinta Berbuah keberkahan

"KESUNGGUHAN CINTA ; Ketika Cinta Berbuah keberkahan Bagi seorang perempuan tidak mudah untuk terpesona dengan seorang laki-laki. Begitu pula diriku. Namun, entah bagaimana, kali ini aku tak kuasa menahan pesona dirinya. Hatiku terjatuh dengan kerasnya. Jatuh dalam pusaran arus asmara. Aku jatuh cinta. Bagaimana tidak jatuh cinta, gerak-gerik tubuhnya begitu teratur. Saat ia menolong dua orang laki-laki buta dan saat ia menyimpan sampah sisa pembungkus makanannya ke dalam tas. Lalu, saat ia membelikan nasi bungkus kepada dua orang pengemis cilik. Tingkahnya seolah terskenario dengan baik. Gerak geriknya penuh Keanggunan seorang lelaki. Kegagahan yang sangat indah dan memesona. Tak kuat rasanya hatiku dengan getar-getar asmara ini. Sangat wajar jika aku terpesona dengan tingkah lakunya yang langka itu. Gerak langkahnya bak tentara sedang menuju medan laga. Gagah nian. Dialah mas gagah yang selama ini kucari-cari. Dialah pangeran berkuda putih yang selalu kutunggu jemputannya. D...

Catatan Hati Seorang Ukhtie 6 : THE QUEEN

Wajahnya bak bintang K-Pop yang sedang populer saat ini. Ia mempesona semua orang. Sikapnya terlihat seolah terskenario dengan baik. Senyumannya membuat para wanita histeris bak mendapat durian runtuh. Sahabat-sahabat kantornya pun tak lupa memanggilnya Mr. Smile. Semua orang mengagumi ketampanannya. Semua orang tak henti-hentinya memuji kemurahsenyuman dan keramahannya. Semua orang termasuk keluargaku tak hentinya berbisik, "Nak, beruntung sekali kamu memiliki suami setampan dan seramah dia." Akulah istri lelaki tampan ini. Akulah istri lelaki yang mempesona kalian ini. Namun, tahukah kalian apa yang ia lakukan terhadapku? Tahukah kalian apa yang ia lakukan dalam biduk rumah tangga kami? Dengarkanlah wahai kawan. Inilah si tampan yang kalian puja itu.  Berawal dari sebuah kekaguman akan ketampanan fisiknya, kulabuhkan cinta pertamaku. Sepenuh hati kuberikan pada lelaki tampan ini. Aku percaya dengan keramahan dan kelembutan dirinya. Ia tak pernah sedikitpu...

Romansa Cinta IPB

Medio Agustus 2012 Hening malam memagut jiwaku. Kutatap purnama rembulan di langit malam. Hembusan nafasku terasa berat. Aku merindukannya. Sangat merindu. Kupeluk lutut tirusku, bara rindu menyala-nyala dalam dadaku. Berat nian kurasakan beban cinta ini. Aku merindukannya dengan setinggi-tingginya hasrat merindu. Meirina. Namanya mengharu biru menggelorakan sejuta rindu selaksa syahdu dalam jiwaku. Darah mudaku menggelegak, panasnya membakar asmara mudaku. Kugigit bibir bawahku. Aku harus bisa menerima kenyataan. Aku tahu ini berat, tapi inilah fakta. Meirina bukan milikku lagi. Ia telah menikah dengan laki-laki lain. Aku tak punya hak sedikit pun menggugat kenyataan ini. Kutarik nafasku sedalam-dalamnya. Kesadaran seketika menyeruak segari jiwaku. Wahai Tuhanku, berikanlah aku kekuatan untuk melontarkan bayangannya jauh ke dada langit, hilang bersama purnama rembulan malam. Agarku bisa bahagia walaupun tanpa dirinya di sampingku. Wahai Tuhan, gantikanlah yang telah hilang, tumbuh...

Saat Hati Harus Memilih

Aku bersujud dengan penuh keharuan hati. Teringat betapa besar dan banyaknya dosa-dosaku. "Ya اَللّهُ, ampuni dosa-dosaku yang begitu banyak ini. Aku ingin kembali kepada-Mu laksana kertas putih tak bernoda. Duuuuh, Ya Rohman Ya Ghoffaar, apa yang harus aku katakan tatkala Engkau bertanya padaku tentang umurku, tentang masa mudaku, tentang apa yang ku lakukan di masa mudaku dihabiskan untuk apa. Ya Rohiim, apa yang harus ku jawab saat diriku ditanyakan tentang rezeki yang Engkai karuniakan kepadaku." Aku tergugu. Pilu sekali. Aku berharap sujudku penuh keberkahan. Air mataku mengalir deras tak tertahankan lagi. Ku angkat wajahku lalu ku tengadahkan tanganku dengan penuh kerendahan hati dan hinanya diriku,"Ya اَللّهُ, ampuni hamba yg hina dina ini, ampuni Ya اَللّهُ.. Aku mohon.." Kembali tumpah ruah air mataku, isak tangisku terasa semakin memilukan. Aku tak kuat menanggung beban dosa ini. Demi اَللّهُ aku malu, malu sekali, sangat sangat malu, saat ...

Dua Keping Hati

Keping One… Aku tidak terlalu suka dengan basa basi. Lebih baik berterus terang dan jujur. Itulah yang kurasakan saat hasrat menikah dalam diriku begitu membara dan menggelora. Kukatakan kepada murobbie-ku, Ustadz Ibrohim. "Ustadz, ana ingin menikah."  Mendengar kejujuranku yang tanpa tedeng aling-aling, ustadz hanya tersenyum. "Antum mau yang seperti apa, Akhi?" Tanya ustadz sambil senyam senyum. Aku terdiam, sedikit malu dan tak enak hati. "Begini, Ustadz.." Aku terdiam sejenak, menarik nafas. "Ana mengenal seorang akhwat, nampaknya ia baik untuk ana. Dan ana sangat mengaguminya, Ustadz. Apakah boleh dengan tidak memilih apa yang antum tawarkan, ustadz?" Kukatakan sambil menunduk. Kekhawatiran jika pilihan sikapku salah.  Ustadz menarik nafas panjang,"Boleh, asal akhwatnya juga liqo." Terasa nada suara ustadz kecewa. "Iy, ustadz, akhwatnya juga liqo kok!" Spontan aku menjawab. "Ya sudah antum tanyak...