Langsung ke konten utama

Kaidah Kausalitas

Aku meyakini semua yg terjadi pada diriku tak pernah lepas dari kaidah kausalitas..

Harapan-harapanku,cita-citaku,dan segala keinginanku yg tidak tercapai bagiku penyebabnya adalah akibat perbuatanku sendiri.

Alloh pasti menolong hambaNya yg taat.Dan menjauh pada hambaNya yg inkar..

Dengan keyakinan ini tak urung air mataku tumpah ruah,menyadari betapa berlumurnya diriku dengan dosa.

Artinya,segala kemaksiatan diriku berefek pada hasil akhir semua harapan dan cita-citaku.

Hidup memang tak selamanya indah.Tapi sungguh indah bila "ketidakindahan" itu datang ketika diri kita penuh ketaatan kepada Alloh.Inilah yg disebut ujian bagi orang-orang mukmin.

Namun bila "ketidakindahan" itu hinggap ketika kita menjauh dari Alloh..maka berhati-hatilah kita..mungkin inu adalah azab atau hukuman atas ketidaktaatan kita..

Ya Rohman Ya Rohim sesungguhnya kami hanyalah makhluk biasa yg penuh dengan segala kelemahan dan kekurangan...tanpa Engkau menolong kami,tanpa petunjukMu kami bukanlah apa-apa.Tanpa kekuatanMu kami tiaada daya dan upaya melepaskan diri dari nafsu dan setan dalam diri kami.

Ya Jabbar..tolonglah diri kami agar menjadi hambaMu yg taat.Amin.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...