Langsung ke konten utama

Firasatku..

Entah di dunia entah di akhirat saat Alloh membuka aib-aibku. Dan aku mungkin hanya bisa tertunduk lesu mengguguk penuh tangisan penyesalan. Sesal memang selalu di akhir.

Beginilah hidup mengajarkan kita. Kita tidak pernah tahu masa depan kita. Mungkin jika saja kita tahu, kita akan berjalan dengan sebenarnya. Tidak harus mampir kesana kemari. Ah, beginilah hidup.

Mungkin kita iri melihat kehidupan beberapa orang sahabat yang begitu mulus perjalanan hidupnya seolah tak ternoda. Sedangkan kita harus ternoda terlebih dahulu. Maha Kuasa Alloh, aku tahu ini adalah sebuah suratan takdir yang harus kujalani.

Memang penyesalan itu memerihkan jiwa kita. Sakit sekali. Air mata pun kering kerontang tak sebanding dengan ruahnya dosa kita.

Hidup harus terus berjalan. Memang kita ini makhluk pendosa. Tapi hidup harus terus berjalan tanpa henti. Menyesali keadaan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Teruslah bergerak, teruslah berbuat kebajikan semoga saja Alloh mengasihani kita yang hina ini dengan menghapus dosa dan menutupi aib kita.

Dosa iti seperti buah kedondong, luarnya enak tapi dalamnya berbiji duri. Kita tertipu dengan selimut yang menutupi duri itu.

Mungkin sudah saatnya kita memfirasati hidup kita, masa depan kita. Surga itu indah,. Surga itu dijanjikam Alloh untuk kaum muslimin, tapi haruskah kita berpangku tangan tanpa beramal sholih? Ah, mustahil rasanya jika kita berharap surga tapi kita sibuk berbuat nista.

Ya Alloh, aku mengakui semua dosa-dosaku.. Aku mengakuinya.. Sungguh aku menyesalinya. Dan kini aku bersimpuh di hadapan-Mu, berharap ampunan dan kasih sayang-Mu...

Ya Rohman, tak ada yang aku inginkan dalam hidup ini hanya ingin hidup lurus sesuai syariat-Mu. Itu saja sudah cukup buatku.

YA Rohim, jadikanlah aku lelaki yang sholih, yang selalu bersegera dalam kebaikan, yang selalu bersungguh-sungguh dalam ta'at kepada-Mu.

Ya Ghofaar, aku tahu dosaku setinggi gunung sedalam lautan. Aku tahu.. Aku tahu. Aku pun tahu diri untuk tidak meminta lebih kepada-Mu. Aku ingin Engkau mengabulkan pintaku, satu saja, aku ingin menjadi laki-laki yang sholih. Itu saja.

Ya 'Aziz, betapa lemahnya pertahanan diriku terhadap gemerlap dunia. Begitu mudahnya aku terpukau kilau dunia. Aku mohon perlindungan-Mu Ya Rohmaan, perlindungan dari dunia yang sering membuatku lalai dalam mena'ati perintahmu.

Ya Jabbaar, kabulkanlah do'aku.. Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUS OTAK ORBA???

Saat musim kampanye saling menjelek-jelekkan calon lawan itu wajar dan lumrah terjadi. Bukan hanya Jokowi yang dijelek-jelekkan oleh pendukung lawan politiknya, Prabowo pun sama dijelek-jelekkan juga oleh para anti Prabowo. Foto-foto rekayasa yang super aneh membully Jokowi dan Prabowo tersebar secara masif di socmed. Jadi, kesimpulannya adalah Jokowi dan Prabowo sama-sama dirugikan KETIKA itu. Sosok MA yang katanya menjelek-jelekkan Jokowi dengan foto rekayasanya hanyalah salah satu di antara ribuan bahkan mungkin jutaan dari para pembenci keduanya. Apa yang dilakukan MA hanyalah euforia pilpres yang bukan hanya dilakukan MA tetapi dilakukan pula oleh ribuan simpatisan keduanya. Dan yang mengalami bullying itu bukan hanya Jokowi tetapi juga Prabowo. So, musim kampanye apa sih yang tidak terjadi. Dewasa dikit napa Pak Polisi. Pak Polisi menjeratnya dengan UU ITE dan UU Pornografi. Pak Bos, kita gak bodoh-bodoh amat kali. Itu yang lebih porno dibanding yang diposting si MA ban...

Tentang Lelaki...

Kantor pusat itu ada dua, satu di Ancol satu lagi di Kemayoran. Kalo mau memilih, gue lebih bahagia yang di Ancol. Selama di Kemayoran gue merasa jadi laki-laki genit. Sebentar-sebentar ngaca, cuci muka, dandan, make ponds for man, rapihin baju, de el el. Dan itu (jujur) cape banget. Iya, di kemayoran segala macam keindahan para waria, eh salah, para wanita or para gadis nampak menggoda kilaunya. Wajah-wajah bak batu pualam nan mulus hilir mudik silih berganti. Menundukan dan memalingkan muka pun seolah tak mampu mengendalikan gejolak perasaan. Memang mereka bukan berarti suka sama gue atau gue nyari perhatian mereka tetapi perasaan atau keinginan tampil fresh dan gagah muncul karena akan bergaul dengan para aduhai itu. Minyak wangi si nyong-nyong gue yang baru aja gue beli di Pasar Jiung (wkwkwkwk...) cepet banget abisnya. Gile bener. Dan gue merasa pipi gue makin tipis aja digosok-gosok biore for man. Beda dengan di Ancol, bergaulnya dengan para jagoan semua. Jadinya, gak t...