Langsung ke konten utama

Calon Kapolri Pilihan Jokowi

"KAPOLRI PILIHAN JOKOWI"

Beberapa waktu kemarin tadinya gue mau nulis status tentang Budi Gunawan yang dijadikan kandidat tunggal calon kapolri. Eh, KPK membawa berita baru yang lebih heboh. Kado pahit buat Jokowi  yang baru menjabat.

Gue membaca di detikk.com bahwa Jokowi mengakui unsur "kedekatan" lah yang membuatnya memilih Budi Gunawan. Kedekatan seperti apa ya? Jadi penasaran.

Awalnya sebelum KPK teriak, gue mau nulis tentang Budi Gunawan yang diduga terlibat pembocoran materi debat pilpres. Mungkin kita lupa, padahal baru kemarin lho.

Berita heboh itu adalah pertemuan anggota KPU Hadar Nafis Gumay dengan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dan Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan pada hari Minggu (8/6/2014) malam sekitar pukul 23.00 Wib di restoran Satay House Senayan, Menteng Jakarta Pusat.

Nah, selain Budi Gunawan eks ajudan Ibu Suri Megawati ketika jadi presiden. Mungkin terpilihnya Budi Gunawan sebagai calon tunggal kapolri adalah balas jasa atas "bantuan" ketika debat pilpres itu.

Tetapi, sepertinya harapan tinggallah harapan. Mohon maaf Pak Budi Gunawan, sepertinya Anda tidak akan menjadi Kapolri tetapi menjadi penghuni hotel prodeo KPK.

Hmhm..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logika Mencintai

Kita terkadang terlalu egois sehingga akhirnya kehilangan logika. Cinta itu membutuhkan logika jika tidak hancurlah hati kita. Jatuh cinta boleh kok. Sangat boleh. Tetapi, jangan sampai kehilangan logika. Ketika cinta ditolak, ketika Si Dia ternyata tidak menginginkan kita, ketika Si Dia memilih yang lain dan sebagainya. Kecenderungan kita ketika mengalami itu adalah kehilangan logika. Akibatnya pikiranpun kalut, sedih tak berujung, badanpun lemas tak berdaya. Inilah akibat kehilangan logika dalam cinta. Sebuah citra egoisme dan keakuan diri yang hakikatnya merusak diri. Hidup adalah sebuah pilihan. Semua orang mempunyai pilihan-pilihan hidup termasuk diriku, kamu, dia dan siapapun itu. Pilihan-pilihan hidup yang semua orang tidak bisa menggugatnya karena itu memang adalah hak hakikat diri setiap orang. Kita tidak bisa memaksa seseorang agar jatuh cinta kepada kita. Sekuat apapun kita berusaha jika seseorang itu tidak jatuh cinta kepada kita. Itulah pilihan hatinya. Itulah pilihan ...

Firasatku..

Entah di dunia entah di akhirat saat Alloh membuka aib-aibku. Dan aku mungkin hanya bisa tertunduk lesu mengguguk penuh tangisan penyesalan. Sesal memang selalu di akhir. Beginilah hidup mengajarkan kita. Kita tidak pernah tahu masa depan kita. Mungkin jika saja kita tahu, kita akan berjalan dengan sebenarnya. Tidak harus mampir kesana kemari. Ah, beginilah hidup. Mungkin kita iri melihat kehidupan beberapa orang sahabat yang begitu mulus perjalanan hidupnya seolah tak ternoda. Sedangkan kita harus ternoda terlebih dahulu. Maha Kuasa Alloh, aku tahu ini adalah sebuah suratan takdir yang harus kujalani. Memang penyesalan itu memerihkan jiwa kita. Sakit sekali. Air mata pun kering kerontang tak sebanding dengan ruahnya dosa kita. Hidup harus terus berjalan. Memang kita ini makhluk pendosa. Tapi hidup harus terus berjalan tanpa henti. Menyesali keadaan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Teruslah bergerak, teruslah berbuat kebajikan semoga saja Alloh mengasihani kita yang hina in...

MODUS OTAK ORBA???

Saat musim kampanye saling menjelek-jelekkan calon lawan itu wajar dan lumrah terjadi. Bukan hanya Jokowi yang dijelek-jelekkan oleh pendukung lawan politiknya, Prabowo pun sama dijelek-jelekkan juga oleh para anti Prabowo. Foto-foto rekayasa yang super aneh membully Jokowi dan Prabowo tersebar secara masif di socmed. Jadi, kesimpulannya adalah Jokowi dan Prabowo sama-sama dirugikan KETIKA itu. Sosok MA yang katanya menjelek-jelekkan Jokowi dengan foto rekayasanya hanyalah salah satu di antara ribuan bahkan mungkin jutaan dari para pembenci keduanya. Apa yang dilakukan MA hanyalah euforia pilpres yang bukan hanya dilakukan MA tetapi dilakukan pula oleh ribuan simpatisan keduanya. Dan yang mengalami bullying itu bukan hanya Jokowi tetapi juga Prabowo. So, musim kampanye apa sih yang tidak terjadi. Dewasa dikit napa Pak Polisi. Pak Polisi menjeratnya dengan UU ITE dan UU Pornografi. Pak Bos, kita gak bodoh-bodoh amat kali. Itu yang lebih porno dibanding yang diposting si MA ban...