Langsung ke konten utama

Catatan Hati Seorang Akhie 22 : Jaulah Merindu

Aku ingin pergi meninggalkanmu
Demi cinta yang kupuja
Demi rindu yang mencekik
Demi mimpi yang merasuk

Semerbak mewangi kitab-kitab di puncak sunyi
Membawaku terbang melayang bersama semilir angin malam
Wanginya tercium hingga jutaan tahun
Memabukkan para perindu peradaban....

Aku rindu jaulahku bersama kunang-kunang malam
Dan rintik hujan di tengah malam
Lalu, suara jangkrik malam bersenandung mengiringi jaulah ilmuku
Suara kertas yg berbisik lembar demi lembar kitab lusuhku
Mengiris-iris rasa rindukuAku rindu...

Aku jatuh cinta kepadamu
Sejak dahulu saat pertama kali ibuku mengajarkanku huruf demi huruf
Hampir tak kuasa aku menahan beban cinta ini

Oh jaulah merindu

Ya Rohman, terangilah jiwaku dengan cahayanya
Hingga membuatku puas dan mabuk akan cinta-Mu....

Saat kelam malam ia berbisik lirih kepadaku"Ya Akhi, jika engkau ingin berjumpa denganku. Temuilah daku di sudut-sudut sepi.""Wahai saudaraku, jika engkau merindukanku. Datangilah daku di kelam malam nan sunyi yang membuat para pemalas terlelap."

"Aku disana. Menantimu. Aku pun merindu sebesar rinduku padamu."

Aku ingin seperti dulu. Teriakku membahana.

"Ya akhie, ishbir.. Bersabarlah.. Waktu itu akan tiba, saat engkau bebas mencumbuku tak kenal henti tak kenal waktu. Akan tiba masanya, aku bersanding bersamamu menyatu bersamamu dalam jaulah cinta. Jaulah ilmu membutuhkan waktu."

Hening... Aku merindu jaulahku... Tak ingin berhenti merindu.. Tak ingin sedetik pun... 

Aku merindu jaulahku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...