Langsung ke konten utama

Suami Juara

Hampir 99.99% pertengkaran rumah tangga itu terjadi karena suami tidak mau bercermin diri. Suami sibuk menyalahkan istri, menyalahkan anak dan menyalahkan orang lain. Suami lupa bahwa penyebab utamanya adalah dirinya.

Istrinya doyan pamer kecantikan di media sosial, istrinya jarang sholat, istrinya enggan menutup aurat juga anaknya nakal, anaknya tidak mau sholat, tidak mau mengaji dan sebagainya.

Dia sibuk memarahi istrinya dengan sebutan jablay karena tabarruj. Dia sibuk memaki-maki  anaknya yang tidak mau sholat dan mengaji.

Dia lupa. Dia lupa jika dia tidak pernah mendidik istri dan anak-anaknya dengan kebaikan. Dia lupa jika dia tidak pernah menyontohkan perilaku islami kepada anak dan istrinya. Dia pikir dengan memberikan gaji sebulannya yang tak seberapa itu dia sudah memberikan segalanya. Dia pikir tanggung jawabnya sebagai seorang suami itu sekedar harta dan sekedar nafkah bathin (sexual) kepada istrinya.

Di sinilah. Di sinilah seorang suami harus bercermin diri. Anda (suami) adalah orang pertama yang harus disalahkan. Anda adalah orang  pertama yang harus dimaki dan dimarahi oleh diri Anda sendiri.

Ingat, keburukan istri dan anak-anak Anda adalah cerminan diri Anda (suami).

#RenunganSuami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...