Langsung ke konten utama

BEASISWA PENDIDIKAN UNTUK MAHASISWA BANTEN

Persyaratan beasiswa D3/S1/S2/S3 APBD 2010

1. Surat permohonan beasiswa dari pemohon, ditujukan untuk Gubernur Banten melalui Kepala Dinas Pendidikan Prov. Banten.
2. Daftar Riwayat Hidup ( cantumkan no. telp/HP)
3. Surat rekomendasi asli dari piminan perguruan tinggi negeri yang menerangkan bahwa pemohon LAYAK mendapatkan bantuan pendidikan/beasiswa.
4. Surat pernyataan dari pemohon yang menyatakan belum pernah mendapatkan bantuan pendidikan dari pihak manapun ( bermaterai Rp. 6000,- )
5. Fotocopy transkip IPK MIN 2,75 dari semester 2 terakhir yang dilegalitas sebanyak 1 lembar.
6. Bantuan biaya pendidikan diperuntukan bagi mahasiswa asal banten yang dibuktikan dengan Fotocopy KTP yang berdomisili di Prov. Banten 1 lembar/ fotocopy akta kelahiran.
7. Fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa 1 Lembar.
8. Fotocopy berwarna 3x4 1 lembar.
9. Bantuan pendidikan juga diperuntukan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir dengan melampirkan proposal laporan skripsi/tesis/disertasi.
10. Fotocopy buku tabungan rekening Bank Jabar Banten atas nama pemohon beasiswa.
11. Berkas permohonan dimasukkan ke dalam map buffalo :
Jenjang D3 warna merah
Jenjang S1 warna biru
Jenjang S2 warna kuning
Jenjang S3 warna hijau
12. Besarnya beasiswa pertahun
> D3 Rp. 3.000.000,-
>S1 Rp.4.000.000 ,-
>S2 dan S3 lebih dari Rp. 5.000.000,-
13. Berkas permohonan diserahkan ke Dinas Pendidikan Prov. Banten paling lambat tanggal 31 Mei 2010 ( tidak boleh diwakilkan/datang langsung ke kantor Diknas Banten).


Alamat Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Banten :
Kawasan Pusat Pemerintahan Propinsi Banten
Jl. Syech Nawawi Al-Bantani, Palima-Serang telp. (0254) 267064 / 267066 / 267067

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...

Menikah Untuk Bahagia

Aku merasakan keharuan yang dalam saat mendengar senandung Edcoustic mengalun merdu dalam resepsi pernikahanku. Hampir saja aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. Kutatap sekilas wajah istriku yang berdiri di sampingku. Nampak kelelahan tergambar jelas dari wajahnya. Betapa beruntungnya diriku, Alloh pilihkan seorang gadis yang istimewa untukku. Sangat istimewa. Terima kasih Ya Alloh. Sepertinya lirik nasyid Edcoustic menyindirku secara langsung. Lirik nasihatnya melahirkan rasa malu dalam hatiku. Ah, sepertinya aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. "Sayang.." Ujarku lembut. "Aa mau ke belakang dulu ya. Sebentar." Kubelai kepalanya dengan lembut sambil berlalu menuju kamar pengantin. "Ya Alloh, terima kasih Ya Rohman. Betapa Maha Baiknya Engkau kepadaku, Engkau karuniakan laki-laki pendosa nan hina sepertiku ini seorang istri yang sholehah. Padahal betapa banyaknya dosa yang telah kulakukan. Ampuni aku Ya Ghoffaar..." Air mataku tumpah tak terta...