Langsung ke konten utama

Empat Jenis Manusia

Banyak orang yang cemas dengan kebangkitan Islam. Tidak hanya orang-orang kafir saja tapi sebagian muslim juga. Merekalah yany dsebut muslim awam atau abangan atau dalam istilah kerennya Islam KTP.  Namun, tragisnya sebagian mereka tidak menyadari jika  mereka awam tentang syariat Islam. 

Imam Al-Ghozali pernah menuliskan kriteria-kriteria manusia. Yuk kita termasuk jenis yang mana:

1. Orang yang tahu (berilmu) dan ia tahu (menyadari) apa yang dia tahu.

- Dialah orang yang berilmu.

2. Orang yang tahu (berilmu)  tetapi dia tidak tahu (tidak menyadari) apa yang dia tahu.

- Dialah pelupa, Hendaklah kita mengingatkannya.

3. Orang yang tidak tahu (bodoh/tidak berilmu) dan dia sadar dia jika dia tidak tahu (bodoh)

- Dia akan belajar mencari tahu. Hendaklah kita pun mengajarinya.

4. Orang yang tidak tahu (bodoh/tidak berilmu) tetapi dia tidak tahu atau tidak sadsr jika dia itu tidak tahu atau awam.

- Dialah orang yang bodoh atau awam. Merasa pintar padahal sebaliknya. Hendaklah kita terus menerus mengingatkannya.

Semoga saja kita termasuk kategori orang yang sadar jika kita itu awam dan bodoh. Akhirnya kita pun sibuk dengan ilmu.

Dan kebanyakan muslim awam penentang syariat Islam atau yang cemas dengan kebangkitan Islam adalah jenis manusia kategori empat (4). Ngeyel sekali dikasih tahu. Diajak berislam yang kaafah malah nantang dan merasa paling faham agama.

Dan tugas kitalah kaum terpelajar muslim untuk terus menerus mengingatkan mereka. Wallohu'alam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...

Menikah Untuk Bahagia

Aku merasakan keharuan yang dalam saat mendengar senandung Edcoustic mengalun merdu dalam resepsi pernikahanku. Hampir saja aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. Kutatap sekilas wajah istriku yang berdiri di sampingku. Nampak kelelahan tergambar jelas dari wajahnya. Betapa beruntungnya diriku, Alloh pilihkan seorang gadis yang istimewa untukku. Sangat istimewa. Terima kasih Ya Alloh. Sepertinya lirik nasyid Edcoustic menyindirku secara langsung. Lirik nasihatnya melahirkan rasa malu dalam hatiku. Ah, sepertinya aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. "Sayang.." Ujarku lembut. "Aa mau ke belakang dulu ya. Sebentar." Kubelai kepalanya dengan lembut sambil berlalu menuju kamar pengantin. "Ya Alloh, terima kasih Ya Rohman. Betapa Maha Baiknya Engkau kepadaku, Engkau karuniakan laki-laki pendosa nan hina sepertiku ini seorang istri yang sholehah. Padahal betapa banyaknya dosa yang telah kulakukan. Ampuni aku Ya Ghoffaar..." Air mataku tumpah tak terta...

KESEMPATAN YANG KEDUA

"Wow, ternyata akhirat hanya begini saja. Aku pikir gimana gitu." Pikirku sambil tertawa riang. "Qiamat telah terjadi dan ternyata hanya begini saja. Aku masih melenggang bebas tanpa ada rintangan apapun. Hmhm... Aku memang layak masuk surga. Amal kebajikanku banyak pastinya Alloh memasukanku ke dalam surga. Hahaha..." Aku tertawa puas dan bangga sekali dengan diriku. "Aduuh panaaaaas... Ampuuun Ya Alloh... Aku bertaubat Ya Alloh.. Panaaas." Aku menghentikan tertawaku. Terkejut mendengar rintihan kesakitan. Di mana suara rintihan itu? Kepalaku menengok kanan kiri namun tak kutemukan empunya suara. Kuarahkan pandanganku ke bawah kakiku. Hah, aku terkejut bukan kepalang ternyata di bawahkulah tempat siksaan neraka jahannam tempat para pendosa. Kulihat jutaan sosok manusia sedang menghadapi hari penghukuman. Namun, mataku tertuju kepada sosok laki-laki yang rintihannya kudengar keras tadi. Kutatap ia dengan penuh rasa penasaran. Eh,sepertinya wajahnya tidak...