Langsung ke konten utama

TAKUT

Rasa takut adalah suatu perasaan yang timbul apabila orang menghadapi sesuatu yang belum terjadi. Kalau orang membayangkan hal-hal yang hebat, malapetaka yang akan menimpanya di masa depan, maka orang itu akan dicekam perasaan takut. Takut dan khawatir hanya merupakan permainan dari pikiran kita sendiri yang membayangkan hal-hal yang belum tiba, memikirkan masa depan dan mengkhayalkan kejadian-kejadian mengerikan yang mungkin menimpa diri kita.

Kalau kejadian itu sudah datang menimpa kita, maka rasa takut itu pun tidak akan ada lagi. Kemudian muncul kembali rasa takut membayangkan hal lain yang mungkin datang menimpa kita yang lebih hebat lagi. Kalau ada wabah mengamuk, kita yang belum terkena penyakit tentu menjadi ketakutan dengan membayangkan bahwa kita akan terkena penyakit itu. Akan tetapi kalau penyakit benar-benar sudah menimpa kita, kita tidak lagi takut menghadapi penyakit yang sudah diderita, yang kita takuti mungkin kematian yang belum tiba.

Pendeknya, segala hal yang belum datang dan mungkin menimpa diri kita di masa depan, memikirkan atau membayangkan hal itulah yang menimbulkan perasaan takut dan ngeri. Seperti orang takut akan hantu, setan, iblis dan sebagainya. Karena kita belum pernah melihatnya, belum pernah bertemu, kita lalu membayangkan hal-hal yang mengerikan kalau benar-benar bertemu. Andaikata kita sudah bertemu dengan iblis seperti kita melihat mahluk-mahluk lainnya, pasti tidak ada lagi rasa takut itu.

Kalau kita tidak membayangkan hal-hal yang belum datang, tidak membayangkan masa depan, maka kita hanya akan menghadapi saat ini atau peristiwa yang kita hadapi sekarang ini dan kita terbebas daripada rasa takut akan masa depan. Orang yang seperti ini adalah seorang yang waspada dan pasti akan mampu menghadapi segala hal yang dialaminya. Dan orang yang terbebas dari rasa takut adalah seorang yang berbahagia.  

Lebih baik kita menyerahkan segala hal yang belum datang itu kepada Alloh, karena Alloh yang mengatur segala apa yang terjadi di dunia ini. Dengan penyerahan dan kepasrahan yang total kita melangkah dalam kehidupan ini dan tidak takut akan tertimpa apa pun juga.

Apa pun yang terjadi, kalau kita menerimanya sebagai kehendak Alloh kita akan terbebas dari segala penyesalan dan duka. Bukan berarti kita lalu mandeg dan menjadi malas atau menyerahkan segalanya kepada Alloh tanpa berusaha. Tidak! Kita berikhtiar sekuat kemampuan kita untuk mendapatkan yang terbaik. Akan tetapi dengan landasan penyerahan seutuhnya sehingga apa pun yang kita hasilkan, itulah anugerah dari Alloh. Bahkan kegagalan dalam usaha kita pun merupakan anugerah terselubung dan kesalahannya harus kita cari dalam sepak terjang kita sendiri.

{Asmaraman S. Kho Ping Hoo, "Pusaka Pulau Es"}

Seperti kata pepatah " Solusi takut adalah tindakan". Ketakutan adalah permainan pikiran kita yang memikirkan sesuatu akan adanya akibat buruk kepada kita. Padahal belum tentu akan menimpa. Kita pun terjebak dalam permainan pikiran sendiri dengan memikirkan masa depan yang belum terjadi. Hiduplah saat ini dan berpijak ke bumi.

Karenanya, tetaplah bergerak dan terus maju. Namun, tetap bergerak dengan landasan iman dan penyerahan total kepada Alloh adalah sebuah solusi sempurna dalam hidup ini. Karena hanya dengan tawakkal dan mengingat Alloh-lah hati kita akan menjadi tenang dan damai. Alloh Maha Pengatur Segalanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 X 6 or 6 X 4

Sekarang kan lagi heboh tentang perkalian 4 X 6 dan 6 X 4. Gue jadi inget dulu pas mau masuk SMA. Gue disuruh nyuci foto buat melengkapi pendaftaran. Kebetulannya tempat cuci fotonya cuma ada di kota kabupaten, Rangkasbitung. Di kampung gue gak ada tempat nyuci foto ada juga seeng, haseupan, kanderon, bakul dan sebagainya. Pagi-pagi banget gue dianter paman gue, Mang Endin namanya, babehnya neng Ririn Agustia. Sampe ke Rangkas gue ditinggal di studio foto, Mang Endin sendiri pergi belanja. Sampai di tempat cuci foto, tukang cuci fotonya nanya sama gue, "4 X 6 berapa De?" Gue jawab secepat kilat, "24, Pak." Bener kan jawaban gue, gak salah. Emang 4 X 6 itu kan 24. Dicetaklah 24 buah. Trus deh gue pulang. Pas gue ketemu Mang Endin di Terminal Mandala, gue nanya, "Qi banyak amat fotonya? Kan butuhnya cuma 4." Gue jawab kembali dengan polosnya, "Gak tau Mang Endin. Tadi sih tukang fotonya nanya 4 X 6 berapa, yaaa Iqi jawab 24." Mendengar jawaban ...

Main Hati

Gw sebenarnya waras atau masih waraslah. Tapi, entah kenapa ketika tertimpa masalah atau sesuatu yang dalam pandangan umum begitu mengecewakan, gw malah tertawa atau menertawakan diri sendiri. Hahaha.. Tiba-tiba saja gw ngikik tertawa sendiri. Sambil terdengar gema suara, "Emang enak, rasain lu." hahaha.. Dan tanpa gw sadari, mulut yang tertawa atau menertawan diri ini tiba-tiba membuat hati gw plong seolah tak punya masalah apapun. Wow.. Perlahan namun pasti gw menemukan sebuah ilmu baru, "Kondisi luar tubuh kita bisa berimplikasi terhadap jiwa kita". Ngerti gak loe maksud gw? Kalo loe gak ngerti, sama gw juga kagak ngerti. Hahaha.. Maksud gw, wajah yang tersenyum walaupun hati sedang sedih, sedikitnya akan memiliki pengaruh terhadap jiwa kita. Memasang wajah yang semangat nan optimis saat jiwa sedang sakit mungkin terkesan mustahil. "Bagaimana bisa tersenyum, orang lagi kena masalah?" Mungkin itu pertanyaan loe y? Hehe.. Faktanya gw terlalu sering me...

MODUS OTAK ORBA???

Saat musim kampanye saling menjelek-jelekkan calon lawan itu wajar dan lumrah terjadi. Bukan hanya Jokowi yang dijelek-jelekkan oleh pendukung lawan politiknya, Prabowo pun sama dijelek-jelekkan juga oleh para anti Prabowo. Foto-foto rekayasa yang super aneh membully Jokowi dan Prabowo tersebar secara masif di socmed. Jadi, kesimpulannya adalah Jokowi dan Prabowo sama-sama dirugikan KETIKA itu. Sosok MA yang katanya menjelek-jelekkan Jokowi dengan foto rekayasanya hanyalah salah satu di antara ribuan bahkan mungkin jutaan dari para pembenci keduanya. Apa yang dilakukan MA hanyalah euforia pilpres yang bukan hanya dilakukan MA tetapi dilakukan pula oleh ribuan simpatisan keduanya. Dan yang mengalami bullying itu bukan hanya Jokowi tetapi juga Prabowo. So, musim kampanye apa sih yang tidak terjadi. Dewasa dikit napa Pak Polisi. Pak Polisi menjeratnya dengan UU ITE dan UU Pornografi. Pak Bos, kita gak bodoh-bodoh amat kali. Itu yang lebih porno dibanding yang diposting si MA ban...