Langsung ke konten utama

Ketika Cinta Berlabuh

Pertama, buang jauh-jauh sifat egois atau merasa selalu benar.

Kedua,jadilah suami yang bijak dan pendengar yang baik.

Ketiga, Jangan ragu untuk meminta saran dari istri. Atau memintanya untuk mengatakan apa yang ia mau.

Keempat, jangan hanya mau dilayani tetapi tidak mau melayani. Anggaplah istri sebagai partner yang setara bukan bawahan apalagi pembantu.

Kelima, perlakukanlah istri sebaik mungkin.

Keenam, terimalah segaka kelebihan dan kekurangan istri. Istri pasti ada kekurangan. Terimalah.

Ketujuh, jangan merasa minder atau tidak percaya diri jika istri lebih pintar secara keilmuan. Istri tetaplah istri, suami tetaplah sebagai pemimpin.

Kedelapan, jadilah teladan bagi istri. Jangan permalukan diri dengan maksiat.

Kesembilan, jagalah image diri dengan hiasan kebaikan.

Kesepuluh, jujurlah jika diri bukanlah laki-laki yang sempurna. Banyak kekurangan dan dosa.

Kesebelas, ajaklah istri untuk diskusi masalah apapun. Termasuk masalah finansial. Misalkan, motor yang belum lunas karena terpaksa mencicil lagi akibat motor hilang.

Keduabelas, jika istri lebih pintar dalam hal agama. Jangan ragu untuk belajar. Diskusilah bahwa belajar tidak akan menurunkan derajat suami maupun istri.

Ketigabelas, hiasilah diri dengan hiasan kejujuran, kebijakan, kedewasaan, kearifan, keteladanan, dll

Keempatbelas, diskusikanlah point-point ini ketika bersama istri. Terutama saat berdua di kasur. Hihi...

To be continued...

Kelimabelas, saling menasihatilah jika hidup ini adalah kefanaan belaka. Jauhi cinta dan tujuan dunia.

Keenambelas, sering-seringlah qiyamullail bersama karena itu akan mengokohkan ikatan cinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logika Mencintai

Kita terkadang terlalu egois sehingga akhirnya kehilangan logika. Cinta itu membutuhkan logika jika tidak hancurlah hati kita. Jatuh cinta boleh kok. Sangat boleh. Tetapi, jangan sampai kehilangan logika. Ketika cinta ditolak, ketika Si Dia ternyata tidak menginginkan kita, ketika Si Dia memilih yang lain dan sebagainya. Kecenderungan kita ketika mengalami itu adalah kehilangan logika. Akibatnya pikiranpun kalut, sedih tak berujung, badanpun lemas tak berdaya. Inilah akibat kehilangan logika dalam cinta. Sebuah citra egoisme dan keakuan diri yang hakikatnya merusak diri. Hidup adalah sebuah pilihan. Semua orang mempunyai pilihan-pilihan hidup termasuk diriku, kamu, dia dan siapapun itu. Pilihan-pilihan hidup yang semua orang tidak bisa menggugatnya karena itu memang adalah hak hakikat diri setiap orang. Kita tidak bisa memaksa seseorang agar jatuh cinta kepada kita. Sekuat apapun kita berusaha jika seseorang itu tidak jatuh cinta kepada kita. Itulah pilihan hatinya. Itulah pilihan ...

Beginilah Hidup Mengajarkan Kami

Beginilah Hidup Mengajarkan Kami "Akhie, lamaran ana ditolak oleh seorang akhwat dari Rangkasbitung."  Ucap seorang Al-akh di seberang telepon suatu senja. Piuh.. Huh.. Kuhembuskan perlahan nafas beratku. Hidup memang misteri. Hidup memang pilihan. Ketika seorang sahabat dekatku beberapa kali gagal menikah. Akun gmailku semarak dengan biodata-biodata akhwat yang masuk. Tentu saja nasib sahabatku itu lebih baik dari pada bersikap pengecut tak mau mencoba. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kutatap mentari yang sebentar lagi terbenam. Ada banyak hal yang kupikirkan dan kurenungkan dalam perjalanan hidup ini. Termasuk merenungkan kisah sahabatku ini. "Akhie Haidar, mungkin bukan akhwatnya yang menolak tapi keluarganya." Jawabku penuh simpati nan empati. Kali ini aku menerima keluh kesah dari salah seorang sahabatku. "Iya, akhi. Dari informasi ustadz ana, keluarganya yang menolak." Ujarnya lirih. Nada suaranya terasa menyimpan beban di hati. Tentu...

Menyemai Cinta

( Sebait cinta dalam menyambut INDONESIA BOOK FAIR, 02 - 10 November 2013 di Istora Senayan Jakarta ) Kawan, saat bangsa ini terpuruk pernahkah kita berpikir bahwa penyebab utamanya adalah kebodohan atau jauhnya ilmu dar i kehidupan kita? Kawan, membangun peradaban bangsa sejatinya adalah membangun peradaban ilmu. Membangun peradaban ilmu sejatinya adalah membangun peradaban buku. Kawan, kemajuan sebuah peradaban tercermin dari bagaimana sikap peradaban itu terhadap buku. Sejarah telah mencatat. bagaimana majunya peradaban Islam. Sejarah telah mencatat bagaimana barat mengalami fase The Dark Ages, zaman kegelapan Kawan, sejarah tak pernah lupa bagaimana kontribusi peradaban Islam Andalusia terhadap renaissance Barat. Banyak mahasiswa dan cendekiawan Eropa Barat yang menimba ilmu di sekolah-sekolah tinggi ataupun universitas Islam di Andalusia Spanyol. Kawan, dan kita tak lupa, begitu banyaknya karya-karya cendekiawan Muslim yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa mereka sendi...