Langsung ke konten utama

Andai Kamu Tahu Wahai Bidadari

Aku tahu kamu memberikan nilai merah padaku..Aku tahu kesalahanku padamu wahai bidadari..Saat kukatakan,"Maukah kamu menikah denganku?" sungguh setulus hatiku benar-benar mengharapkan dirimu hadir di sampingku, mendampingiku dalam suka dan duka..

Aku tahu dirimu akan berpaling dariku, menganggapku lelaki hina..Aku hanya bisa berkata.."memang aku lelaki hina.Kamu benar wahai bidadari"

Bukannya tak ingin aku segera menikahimu..Terlalu banyak alasan kenapa aku mundur..Aku tahu aku salah..Terlalu pengecut bak ikhwan jalang penakut..

Aku tahu caraku salah memperlakukanku..Aku hanya ingin meralat kesalahanku..Aku ingin kesucian itu datang melalui para murobbie dan murobbiyah..

Tentang kesiapanku..
Aku pikir aku siap menikahimu tapi aku merasa dirimu ingin semuanya sesegera mungkin..Saat kutanya dirimu. Ternyata benar ad beberapa ikhwan yang mengibgibkan dirimu..Aku hanya bisa berkata..."Silahkan.."

Jujur bukannya aku takut untuk bersaing mendapatkan dirimu..Tapi aku enggan bersaing hanya untuk seorang wanita...maaf..Aku tidak terlalu suka persaingan model itu..

Terakhir, aku hanya bisa berkata...maafkan kesalahanku...Semoga dirimu wahai bidadari, mendapatkan jodoh terbaik pilihan Alloh..mungkin bila tahun depan dirimu belum berinai..mungkin saja aku akan mencari dirimu lagi..itu pun bila dirimu tidak muak terhadapku..biarlah waktu yang kan berbicara..
Published with Blogger-droid v1.7.4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...