Langsung ke konten utama

Hatiku Dan Hatimu

Sengaja aku memberi judul di atas biar terkesan puitis and curhat banget..Memang aku ingin curhat..pliiis izinkan aku mencoba curhat lg seperti dulu..


Sejujurnya aku sudah lupa gimana rasanya jatuh cinta..Entahlah..Padahal aku sempat dekat dengan.beberapa gadis..


Tampangku tidaklah ganteng-ganteng amat,dibilang biasa juga gak biasa-biasa amat.Yaa insyaAlloh lah gak malu-maluin klo dibawa kondangan.Karenanya ada aj gadis yang terjerat diriku..


Dengan sifat sensitifitasku aku tidak berani menolak melawan keinginan gadis-gadis itu..ketidakberanian mengatakan TIDAK..Aku hanya tersenyum membisu..Bingung bagaimana menolaknya..Antara tega and gak tega..


Aku memang terlalu lunak lembut mengucapkan kata "good bye" or bersikap cuek pun tak mampu..


Aku selalu ingin dianggap baik,akibatnya diriku sendiri yg berkorban perasaan..kepalsuan diriku sendiri..Mulutku berkata IYA,hatiku berkata tidak atw ragu..


Sebenarnya tak tega membiarkan hati mereka terluka andai mereka tahu hatiku tak pernah terisi cinta..hanya terisi iba saja.Iba bila mereka sakit hati,nangis,dsb.


Sejujurnya aku sangat rugi tidak bisa menjadi diriku sendiri..Dan hidup dengan kepalsuan seperti ini membuatku tersiksa.


Aku takut tiba-tiba diriku lepas kendali,bersikap keras yang akibatnya mereka sakit hati and menjauhi diriku dengan kepiluan hati.Aku sendiri akhirnya yang kalut mengobati hatiku sendiri yang khawatiri mereka.


Aku bukan playboy.Aku cuma lelaki yang ingin membahagiakan semua.


Aku tahu sikapku salah..mungkin sudah saatnya aku menghadap ustadz,"Ustadz,ana insyaAlloh dah siap nikah..Ana ingin wanita yang sholehah,tadz"


Kapan??? Entahlah...biar waktu yang kan membuktikan..


Published with Blogger-droid v2.0.1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...