Langsung ke konten utama

My Dream

Apapun yg terjadi, tetaplah tersenyum...



hidup harus rindu perubahan mnjadi lebih baik dari hari kemarin



cita-cita akademikku trlalu tinggi untuk dicapai orang biasa sepertiku,aku sadari itu.Kerananya aku hanya punya modal semangka,eh salah,semangat membara n tekad membaja..ak yakin Es dua,es tiga,es teler,es mi'un bahkan post doctoral pun bisa trcpai dengan dua modal itu..bismillah saja sebenarnya kuncinya.AKU YAKIN..



ehm...dalam kamus ikhwan:"Ditolak akhwat itu biasa & wajar,yg tidak wajar adalah yg tidak punya keberanian untuk menikah"(hihi..boong dik..ga berani trus)



Ak memiliki keyakinan hati and harapan tuk jadi pengusaha sukses nan kaya raya..Ak bernazar bila ak memiliki kekayaan berlimpah,ak akan membeli ribuan hektar tanah and membangun di atasnya perpustakaan terbesar di dunia.. perpustakaan itu dilengkapi kursus2 bahasa agar bisa menikmati jutaan buku-buku dr berbagai bahasa koleksiku..and computer course biar ga gaptek..semuanya gratis..



Ak juga punya mimpi bila jd milyarder tuk mendirikan kampus peradaban..pendidikan gratis alias cuma2..Anda bisa kuliah n blajar gratis di sini...



AKU BERJANJI or BERNAZAR bila jd milyarder tuk mendirikan perpustakaan terbesar di dunia n universitas peradaban gratis..



Makanya doakanlah ak dalam do'a-do'a anda kawan-kawan semua.Amin.



Aku sedang merintis sebuah penerbitan buku..namanya adalah Pustaka Ar-Rizq..Kerren..penerbit yg konsen menerbitkan buku-buku bermutu..about pemikiran islam,sastra islam,dll..Semua berawal dr mimpi..kita lihat aj akan terwujudkah mimpi besarku ini?ataw hanya sekedar angan belaka yg kn musnah dimakan waktu?semoga saja tidak..Amin


Published with Blogger-droid v2.0.3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEMPATAN YANG KEDUA

"Wow, ternyata akhirat hanya begini saja. Aku pikir gimana gitu." Pikirku sambil tertawa riang. "Qiamat telah terjadi dan ternyata hanya begini saja. Aku masih melenggang bebas tanpa ada rintangan apapun. Hmhm... Aku memang layak masuk surga. Amal kebajikanku banyak pastinya Alloh memasukanku ke dalam surga. Hahaha..." Aku tertawa puas dan bangga sekali dengan diriku. "Aduuh panaaaaas... Ampuuun Ya Alloh... Aku bertaubat Ya Alloh.. Panaaas." Aku menghentikan tertawaku. Terkejut mendengar rintihan kesakitan. Di mana suara rintihan itu? Kepalaku menengok kanan kiri namun tak kutemukan empunya suara. Kuarahkan pandanganku ke bawah kakiku. Hah, aku terkejut bukan kepalang ternyata di bawahkulah tempat siksaan neraka jahannam tempat para pendosa. Kulihat jutaan sosok manusia sedang menghadapi hari penghukuman. Namun, mataku tertuju kepada sosok laki-laki yang rintihannya kudengar keras tadi. Kutatap ia dengan penuh rasa penasaran. Eh,sepertinya wajahnya tidak...

TAKUT

Rasa takut adalah suatu perasaan yang timbul apabila orang menghadapi sesuatu yang belum terjadi. Kalau orang membayangkan hal-hal yang hebat, malapetaka yang akan menimpanya di masa depan, maka orang itu akan dicekam perasaan takut. Takut dan khawatir hanya merupakan permainan dari pikiran kita sendiri yang membayangkan hal-hal yang belum tiba, memikirkan masa depan dan mengkhayalkan kejadian-kejadian mengerikan yang mungkin menimpa diri kita. Kalau kejadian itu sudah datang menimpa kita, maka rasa takut itu pun tidak akan ada lagi. Kemudian muncul kembali rasa takut membayangkan hal lain yang mungkin datang menimpa kita yang lebih hebat lagi. Kalau ada wabah mengamuk, kita yang belum terkena penyakit tentu menjadi ketakutan dengan membayangkan bahwa kita akan terkena penyakit itu. Akan tetapi kalau penyakit benar-benar sudah menimpa kita, kita tidak lagi takut menghadapi penyakit yang sudah diderita, yang kita takuti mungkin kematian yang belum tiba. Pendeknya, segala hal yang belu...

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...