Langsung ke konten utama

Catatan Hati Seorang Lelaki ( 1 )

Entah engkau dimana, Kawan. Aku merindukanmu. Sungguh. Walaupun aku tahu cintaku bertepuk sebelah tangan, cukuplah bagiku bisa melihat kebahagian terpancar dari paras pualammu. Aku ingin melihat dirirmu bersanding dengan lelaki pilihan terbaikmu.

Aku ikhlas, malah bahagia. Cukuplah seukir senyuman terindahmu atas kedatanganku. Tak apa… Aku tak akan pernah berhenti mencintaimu… Tak apa.. Dan.. aku tak akan menikah sebelum melihatmu menikah.. Titik.

Aku memang tidak pernah mengatakan sekata dua kata tentang pendaman sejuta rasa cintaku padamu. Aku pikir, cukuplah laku-ku yang berbicara. Aku memang terlalu takut tuk mengatakannya. Aku akui itu. Aku akui juga ketololanku. Sesallah yang kurasakan sekarang. Andai hadir keberanian, setitik saja. Mungkin kisah perjalanan cinta kita akan lain. Engkau pun tidak akan pergi dariku. Tapi, kini… Aku tak tahu engkau dimana.

Terbayang jernihnya berlian matamu. Aku tahu. Aku tahu didalamnya terpancar rasa cintamupadaku. Aku yakin itu. Tapi… Entahlah.. Aku membenciku karenanya..

Kawan, tahukah engkau. Saat seorang teman kuliah mengabarkan, jika engkau telah menjadi seorang dosen sebuah kampus di Medan. Aku pun terbang ke Medan. Ternyata. Tiada namamu di sana. Tiada dirimu di sana. Tidak. Aku tidak akan pernah menyerah tuk bisa bertemu denganmu . Tidak akan. Memang sempat terlintas untuk menyerah. Tapi.., bara rinduku padamu terlalu besar dan telah membakar jiwaku.

(to be continued....)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logika Mencintai

Kita terkadang terlalu egois sehingga akhirnya kehilangan logika. Cinta itu membutuhkan logika jika tidak hancurlah hati kita. Jatuh cinta boleh kok. Sangat boleh. Tetapi, jangan sampai kehilangan logika. Ketika cinta ditolak, ketika Si Dia ternyata tidak menginginkan kita, ketika Si Dia memilih yang lain dan sebagainya. Kecenderungan kita ketika mengalami itu adalah kehilangan logika. Akibatnya pikiranpun kalut, sedih tak berujung, badanpun lemas tak berdaya. Inilah akibat kehilangan logika dalam cinta. Sebuah citra egoisme dan keakuan diri yang hakikatnya merusak diri. Hidup adalah sebuah pilihan. Semua orang mempunyai pilihan-pilihan hidup termasuk diriku, kamu, dia dan siapapun itu. Pilihan-pilihan hidup yang semua orang tidak bisa menggugatnya karena itu memang adalah hak hakikat diri setiap orang. Kita tidak bisa memaksa seseorang agar jatuh cinta kepada kita. Sekuat apapun kita berusaha jika seseorang itu tidak jatuh cinta kepada kita. Itulah pilihan hatinya. Itulah pilihan ...

Felix Siauw Wedding Story

Felix Siauw wedding story Sekedar berbagi nikmat yang dikaruniakan Allah, sekaligus menguatkan Mukmin yang menikah betul-betul karena Allah.. Jangan pikir nikah itu mudah, dan jangan pikir semua indah. Justru sesudah nikah sebaliknya malah, harus lebih sabar dan istiqamah. Tapi tentu juga nggak sesulit yang dikatakan, yang jelas perlu ilmu dan keikhlasan. Saya jadi Muslim tahun 2002 dan baru 2006 menikah. Jadi, 4 tahun ditempa dan bersabar sebelum menikah. Selama 4 tahun itulah saya halaqah, dakwah, dan dibebani amanah, belajar jadi pemimpin di organisasi, bersiap untuk hari depan Niat saya menikah di tahun 2002 setelah Muslim kandas, karena kedua orangtua merasa saya belum pantas. Maka dari 2002 itulah saya serius menyiapkan diri bukan hanya untuk menikah, memburu ilmu menjadi seorang imam, suami dan ayah. Semua buku keteladanan Rasul sebagai suami saya lahap, juga belajar dari senior dakwah yang sudah menikah dan jadi teladan. Alhamdulillah tidak terlalu sulit mencari pasangan ...

Menyemai Cinta

( Sebait cinta dalam menyambut INDONESIA BOOK FAIR, 02 - 10 November 2013 di Istora Senayan Jakarta ) Kawan, saat bangsa ini terpuruk pernahkah kita berpikir bahwa penyebab utamanya adalah kebodohan atau jauhnya ilmu dar i kehidupan kita? Kawan, membangun peradaban bangsa sejatinya adalah membangun peradaban ilmu. Membangun peradaban ilmu sejatinya adalah membangun peradaban buku. Kawan, kemajuan sebuah peradaban tercermin dari bagaimana sikap peradaban itu terhadap buku. Sejarah telah mencatat. bagaimana majunya peradaban Islam. Sejarah telah mencatat bagaimana barat mengalami fase The Dark Ages, zaman kegelapan Kawan, sejarah tak pernah lupa bagaimana kontribusi peradaban Islam Andalusia terhadap renaissance Barat. Banyak mahasiswa dan cendekiawan Eropa Barat yang menimba ilmu di sekolah-sekolah tinggi ataupun universitas Islam di Andalusia Spanyol. Kawan, dan kita tak lupa, begitu banyaknya karya-karya cendekiawan Muslim yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa mereka sendi...