Langsung ke konten utama

Catatan Hati Seorang lelaki ( 2 )

Sememaksanya diriku untuk memahami perempuan tetap saja diriku jauh sekali dari kefahaman tentang mereka. Seperti tadi sore saat aku “termangu” dalam kesibukan kerja.

Secarik kata dalam bentuk sms agak mengagetkanku.. “Assalamu’alaikum.. Akhie, afwan ganggu. Seinget saya ,akhie pernah nanya tentang teteh saya. Teteh saya sekarang udah menikah april kemarin. Mohon maaf baru kabarin sekarang” (08xxxxxxxxxx)

Bingung!!! Jleg jleg jleg… Maksudnya apa lagi nih sms? Membuatku bingung. Tanpa nama lagi. Langsung saja kukirimkan pesan balasan, “Maaf nh siapa ya? Maksudnya apa ya?” Tak lama menunggu, ”Ini Safhira. Udah lupa ya? Aku teman kuliah dulu.” Terbayang sesosok gadis manis nan anggun. Tentu saja aku ingat. Mana bisa lupa, tak mungkin terlupa. Dulu, ada getar rasa di hatiku bila bersua dengannya. Tapi itu dulu, dulu sekali.

“Oh iya,fhira. Gimana kabarnya fhira sekarang? Sibuk apa sekarang? Tumben nh sms.”

“Alhamdulillah baik. Kalau boleh, aku minta waktu buat ngobrol. Tapi kalau sibuk,kapan-kapan aj.”

(to be continued...)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...