Langsung ke konten utama

Jiwa Yang Sakit

Sejujurnya hatiku tidak nyaman sekali. Mungkin seperti inilah gambaran sinergi nafsu dan setan. Merayu jiwa lemahku agar kembali bermaksiat kepada Allah.

Sungguh sangat terasa keresahan dan ketidaknyamanan dalam jiwaku. Aku harus menyadari kondisi jiwa seperti ini. Rasakan saja dan tertawalah. Hahahaha..

Biarlah toh sudah terjadi. Tak ada yang harus ditangisi. Disesali pun tiada gunanya. Kenapa menangisi kemaksiatan? Kenapa meratapi dosa dan merindukan dosa lagi? Pasti jawabannya hanya satu.. Jiwaku sedang sakit.. Jiwaku rapuh karena terbiasa berbuat dosa.

Semua sudah terjadi. Sudahilah memori indah itu toh itu adalah dosa. Masih memikirkan hanya karena nafsu menguasai saja. Seiring berjalannya waktu semuanya akan kembali seperti sedia kala. Sekarang tersenyum dan tertawa sajalah. Hahaha..

Ya Alloh, aku tahu dan sadar jika ini dosa. Aku ingin menjauhinya tapi hatiku seolah terbelenggu. Ya Rohmaan.. Lepaskanlah belenggu jiwa yang sakit ini..

Ya Ghoffaar.., jiwaku sedang sakit. Aku mengenalnya memohon kepadaMu agar menyembuhkan sakit ini. Kepada siapa lagi aku memohon ampunan dan pertolongan selain kepada-Mu.

Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...

Menikah Untuk Bahagia

Aku merasakan keharuan yang dalam saat mendengar senandung Edcoustic mengalun merdu dalam resepsi pernikahanku. Hampir saja aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. Kutatap sekilas wajah istriku yang berdiri di sampingku. Nampak kelelahan tergambar jelas dari wajahnya. Betapa beruntungnya diriku, Alloh pilihkan seorang gadis yang istimewa untukku. Sangat istimewa. Terima kasih Ya Alloh. Sepertinya lirik nasyid Edcoustic menyindirku secara langsung. Lirik nasihatnya melahirkan rasa malu dalam hatiku. Ah, sepertinya aku tak kuasa menahan tumpahan air mataku. "Sayang.." Ujarku lembut. "Aa mau ke belakang dulu ya. Sebentar." Kubelai kepalanya dengan lembut sambil berlalu menuju kamar pengantin. "Ya Alloh, terima kasih Ya Rohman. Betapa Maha Baiknya Engkau kepadaku, Engkau karuniakan laki-laki pendosa nan hina sepertiku ini seorang istri yang sholehah. Padahal betapa banyaknya dosa yang telah kulakukan. Ampuni aku Ya Ghoffaar..." Air mataku tumpah tak terta...