Langsung ke konten utama

Bangkitlah Wahai Pemuda Islam!

"Bangkitlah Wahai Pemuda Islam!"

Sebenarnya pas berangkat "ngaji" ba'da pulang kerja badan ane terasa cape, lelah dan ngantuk banget. Ditambah macet dan panas pula. Makin ngeri-ngeri sedap saja.

Tetapi, setelah nyampe kampus dan melihat wajah Dr. Amir Faishal Fath yang teduh dan kuliahnya yang menggebu-gebu. Ane merasa seperti dibakar atau disetrum saja. Cape, lelah dan ngantuk hilang seketika.

Beliau mengingatkan kami banyak hal. Tentang peradaban dan kebangkitan Islam, tentang masa depan dakwah, tentang peran Pemuda Islam, tentang kondisi masyarakat muslim kekinian dan sebagainya.

Sebuah ucapan beliau yang kudengar saat baru tiba,

"Betapa banyak kaum muda Islam yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri bahkan tak peduli dengan agamanya dan saudaranya yang tertindas. Mereka terjebak dalam hedonisme, freesex dan materialisme.

Mereka hanya tahu bahwa Islam itu sekedar sholat, wudhu, puasa dan naik haji. Mereka merasa sudah  berislam secara sempurna. Karenanya ketika saudaranya di Palestina dibantai Israel mereka tak peduli.

Mereka pun tak mengenal politik Islam, ekonomi Islam dan sebagainya. Mereka berpikir yang penting sholat saja 'masa bodo' yang lainnya. Sungguh ironis, di negeri mayoritas muslim, Islam difahami secara parsial tidak dan menyeluruh."

MasyaAlloh.. Begitulah kira-kira sekilas kuliah beliau. Sedikit menyesal pula datang terlambat. Tetapi, alhamdulillah juga sih walaupun telat. Semoga Alloh menyehatkan Dr. Amir. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...