Seharusnya guru agama itu tidak selalu memberi wacana dan wacana. Seorang guru itu adalah mengajarkan bagaimana muridnya beriman dan menjadi orang baik.
Klo cuma berwacana setan dan iblis pun bisa dan mengerti. Tugas guru i itu adalah memberi contoh, cinta solat, dll
Apakah kita tidak punya/ada seklah yang menjadikan muridnya itu orang yg sholeh/baik.
Bukan sekedar menitikberatkan intelektualitas.
Kisah Dr. Adian : saya mengeluarkan anak sya sari sekolahnta karena 3 kali bohong. Buat apa sekolah kalau membuat kamu berbohong.
Waktu ujian sekolah UN. Anak saya dikasih jawaban nya. Saya bilang lebih baik kamu tidak lulus drpada tidak jujur. Tidak apa tidak lulus juga. Nanti juga lulus sendiri. Hahaha.. Jujur itu prinsip.
Kita tidak melawan pancasila tetapi tidak mempancasilakan agama
Silahkan kuliahkan kera sampe S3. Buktikan kera berubah menjadi manusia. Tidak ada.
Kita dengan kera banyak persamaan. Tetapi satu yg prinsip beda: akal.
Islam dengan kristen bedanya prinsip. Mereka tuhannya 3.kita satu.
"Kenapa kita ngeluarin ahmadiyah dr islam? Lho, kapan kita ngeluarin? Mereka gak pernah masuk.
Liberalisme islam : islam adalah organisme yg Hi dup. Islam selalu berevolusi
Tokoh pendidikan terbesar siapa?
A. Ahmad Dahlan. B. KH. Hasyim Atsari C. Zarksyi D.Ki hajar dewantara.
Jawabannya klo muhammadiyah A, klo Nu B, klo Gontor C. Klo liberal D. Hahaha
Kita terkadang terlalu egois sehingga akhirnya kehilangan logika. Cinta itu membutuhkan logika jika tidak hancurlah hati kita. Jatuh cinta boleh kok. Sangat boleh. Tetapi, jangan sampai kehilangan logika. Ketika cinta ditolak, ketika Si Dia ternyata tidak menginginkan kita, ketika Si Dia memilih yang lain dan sebagainya. Kecenderungan kita ketika mengalami itu adalah kehilangan logika. Akibatnya pikiranpun kalut, sedih tak berujung, badanpun lemas tak berdaya. Inilah akibat kehilangan logika dalam cinta. Sebuah citra egoisme dan keakuan diri yang hakikatnya merusak diri. Hidup adalah sebuah pilihan. Semua orang mempunyai pilihan-pilihan hidup termasuk diriku, kamu, dia dan siapapun itu. Pilihan-pilihan hidup yang semua orang tidak bisa menggugatnya karena itu memang adalah hak hakikat diri setiap orang. Kita tidak bisa memaksa seseorang agar jatuh cinta kepada kita. Sekuat apapun kita berusaha jika seseorang itu tidak jatuh cinta kepada kita. Itulah pilihan hatinya. Itulah pilihan ...
Komentar