Langsung ke konten utama

Catatan Kuliah DR. Adian Husaini

Seharusnya guru agama itu tidak selalu memberi wacana dan wacana. Seorang guru itu adalah mengajarkan bagaimana muridnya beriman dan menjadi orang baik. Klo cuma berwacana setan dan iblis pun bisa dan mengerti. Tugas guru i itu adalah memberi contoh, cinta solat, dll Apakah kita tidak punya/ada seklah yang menjadikan muridnya itu orang yg sholeh/baik. Bukan sekedar menitikberatkan intelektualitas. Kisah Dr. Adian : saya mengeluarkan anak sya sari sekolahnta karena 3 kali bohong. Buat apa sekolah kalau membuat kamu berbohong. Waktu ujian sekolah UN. Anak saya dikasih jawaban nya. Saya bilang lebih baik kamu tidak lulus drpada tidak jujur. Tidak apa tidak lulus juga. Nanti juga lulus sendiri. Hahaha.. Jujur itu prinsip. Kita tidak melawan pancasila tetapi tidak mempancasilakan agama Silahkan kuliahkan kera sampe S3. Buktikan kera berubah menjadi manusia. Tidak ada. Kita dengan kera banyak persamaan. Tetapi satu yg prinsip beda: akal. Islam dengan kristen bedanya prinsip. Mereka tuhannya 3.kita satu. "Kenapa kita ngeluarin ahmadiyah dr islam? Lho, kapan kita ngeluarin? Mereka gak pernah masuk. Liberalisme islam : islam adalah organisme yg Hi dup. Islam selalu berevolusi Tokoh pendidikan terbesar siapa? A. Ahmad Dahlan. B. KH. Hasyim Atsari C. Zarksyi D.Ki hajar dewantara. Jawabannya klo muhammadiyah A, klo Nu B, klo Gontor C. Klo liberal D. Hahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logika Mencintai

Kita terkadang terlalu egois sehingga akhirnya kehilangan logika. Cinta itu membutuhkan logika jika tidak hancurlah hati kita. Jatuh cinta boleh kok. Sangat boleh. Tetapi, jangan sampai kehilangan logika. Ketika cinta ditolak, ketika Si Dia ternyata tidak menginginkan kita, ketika Si Dia memilih yang lain dan sebagainya. Kecenderungan kita ketika mengalami itu adalah kehilangan logika. Akibatnya pikiranpun kalut, sedih tak berujung, badanpun lemas tak berdaya. Inilah akibat kehilangan logika dalam cinta. Sebuah citra egoisme dan keakuan diri yang hakikatnya merusak diri. Hidup adalah sebuah pilihan. Semua orang mempunyai pilihan-pilihan hidup termasuk diriku, kamu, dia dan siapapun itu. Pilihan-pilihan hidup yang semua orang tidak bisa menggugatnya karena itu memang adalah hak hakikat diri setiap orang. Kita tidak bisa memaksa seseorang agar jatuh cinta kepada kita. Sekuat apapun kita berusaha jika seseorang itu tidak jatuh cinta kepada kita. Itulah pilihan hatinya. Itulah pilihan ...

Beginilah Hidup Mengajarkan Kami

Beginilah Hidup Mengajarkan Kami "Akhie, lamaran ana ditolak oleh seorang akhwat dari Rangkasbitung."  Ucap seorang Al-akh di seberang telepon suatu senja. Piuh.. Huh.. Kuhembuskan perlahan nafas beratku. Hidup memang misteri. Hidup memang pilihan. Ketika seorang sahabat dekatku beberapa kali gagal menikah. Akun gmailku semarak dengan biodata-biodata akhwat yang masuk. Tentu saja nasib sahabatku itu lebih baik dari pada bersikap pengecut tak mau mencoba. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kutatap mentari yang sebentar lagi terbenam. Ada banyak hal yang kupikirkan dan kurenungkan dalam perjalanan hidup ini. Termasuk merenungkan kisah sahabatku ini. "Akhie Haidar, mungkin bukan akhwatnya yang menolak tapi keluarganya." Jawabku penuh simpati nan empati. Kali ini aku menerima keluh kesah dari salah seorang sahabatku. "Iya, akhi. Dari informasi ustadz ana, keluarganya yang menolak." Ujarnya lirih. Nada suaranya terasa menyimpan beban di hati. Tentu...

Menyemai Cinta

( Sebait cinta dalam menyambut INDONESIA BOOK FAIR, 02 - 10 November 2013 di Istora Senayan Jakarta ) Kawan, saat bangsa ini terpuruk pernahkah kita berpikir bahwa penyebab utamanya adalah kebodohan atau jauhnya ilmu dar i kehidupan kita? Kawan, membangun peradaban bangsa sejatinya adalah membangun peradaban ilmu. Membangun peradaban ilmu sejatinya adalah membangun peradaban buku. Kawan, kemajuan sebuah peradaban tercermin dari bagaimana sikap peradaban itu terhadap buku. Sejarah telah mencatat. bagaimana majunya peradaban Islam. Sejarah telah mencatat bagaimana barat mengalami fase The Dark Ages, zaman kegelapan Kawan, sejarah tak pernah lupa bagaimana kontribusi peradaban Islam Andalusia terhadap renaissance Barat. Banyak mahasiswa dan cendekiawan Eropa Barat yang menimba ilmu di sekolah-sekolah tinggi ataupun universitas Islam di Andalusia Spanyol. Kawan, dan kita tak lupa, begitu banyaknya karya-karya cendekiawan Muslim yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa mereka sendi...