Langsung ke konten utama

"DEMI KAMU, NAK."

Hidup terkadang tak sesuai teori harapan dan rencana. Begitupun dengan perjalanan hidupku penuh dengan berbagai kejutan - kejutan tak terencana.

Kejutan pertama adalah ketika ayah meneleponku dan mengatakan hendak menjodohkanku dengan putra sahabatnya. Tentu saja awalnya aku menolak mentah-mentah. Namun, seperti biasa bujukannya tak lupa menyinggung usiaku yang sudah kepala tiga. Akhirnya, akupun tak berkutik hanya bisa mengiyakan.

Satu hal yang kulupa dan terluput dari calon suamiku adalah aku tak pernah mengenalnya sedikitpun. Tak ada selembar pun biodata dirinya. Tentu saja terlalu beresiko bagiku. Namun, aku berusaha meyakinkan hatiku bahwa ayahku pasti akan memilihkan jodoh yang baik untuk putrinya. Iya, aku memang hanya mengandalkan kepercayaanku kepada ayahku.

Prosesi pernikahan berlangsung khidmat tanpa ada kendala apapun.
Begitupun dengan perlakuan suamiku padaku semuanya baik-baik saja. Seminggu setelah manisnya madu pernikahan kunikmati tak ada satupun ketakutanku yang terbukti karena belum mengenal dirinya. Alhamdulillah. Terima kasih Ya Alloh...

Suamiku pun memboyongku menuju rumah yang telah ia siapkan untuk kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...