Langsung ke konten utama

Nakhoda

"Ketika aku memilih si A apa yang akan terjadi? Ketika aku memilih si B bagaimanakah masa depanku nanti? Ketika aku memilih si C seperti apa ya nantinya? Ketika aku memilih si D, si E, si F dan seterusnya apakah yang akan terjadi? Aku tak pernah tahu masa depanku."

"Dan akhirnya... , si A, si B, si C dan seterusnya meminta izin untuk menikah duluan dan aku pun hanya bisa termangu... "

Begitulah penomena beberapa lelaki. Ketidakdewasaan sikap akhirnya berakibat fatal. Menjadi lelaki bukan pilihan alias tak terpilih. Masa depan itu haknya Alloh. Serahkan saja semuanya kepada Alloh.

Setiap bunga memiliki kekhasan dan keharuman yang unik. Namun, terkadang kita tak pernah puas dan terus mencari padahal sebuah bunga yang sangat indah telah kita petik.

Melihat ke kiri, sebuah bunga lain yang nampak mekar sedang berbunga. Begitu juga di arah kanan kita, sebuah bunga yang memiliki keharuman semerbak nampak di pelupuk mata. Kita pun beranjak untuk memetik salah satunya. Begitu seterusnya, di antara bunga-bunga itu masih banyak bunga-bunga dengan ciri khas yang unik lainnya.

Hidup tanpa syukur itu melelahkan. Kita tak akan pernah bisa berlabuh di dermaga jika tak pernah ada syukur dalam bahtera yang kita nakhodai. Semoga kita bisa menjadi nakhoda atau calon nakhoda yang ahli bersyukur. Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...