Langsung ke konten utama

Sweetheart

Sweetheart....

Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah laki-laki yang sempurna. Dengarlah, aku hanyalah laki-laki biasa penuh kekurangan.

Begitu pula aku tak pernah menganggapmu wanita yang sempurna. Kita sama-sama sepasang manusia yang tak sempurna.

Oleh karena ketidaksempurnaan dirimulah aku memilihmu. Mungkin, jika dirimu sosok yang sempurna aku tak akan pernah memilihmu karena keberadaan diriku hanya akan merusak kesempurnaanmu.

Kita adalah sepasang manusia yang sedang belajar dan siap belajar tentang kehidupan ini. Kita adalah sepasang manusia pembelajar. Inilah kita.

Dengan dasar di atas itulah. Aku berharap kisah cinta kita berlandaskan proses pembelajaran bukan proses kesempurnaan manusia.

Jika aku salah, nasihatilah diriku. Begitupun jika kamu keliru, aku pun tak akan lupa untuk menasihatimu. Inilah kita.

Banyak manusia yang mencari pasangan yang "sempurna". Mungkin dia lupa bahwa dirinya bukanlah sosok yang sempurna.

Bagiku, cukuplah keinginanku dan keinginanmu untuk saling belajar menjadi modal hidup kita di masa depan.

Saling memahami, saling menyokong, saling menasihati inilah modal kita dalam menjalani kehidupan.

To be continued...

Ane tiba-tiba sedikit bingung. Nulia apaan y di atas. Mulai ngantuk kyaknya ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Nafsu

Saat ini aku tak punya cinta untukmu. Aku hanya bisa memberikan nafsuku padamu. Tak ada cinta sedikitpun. Cintaku hanya untuk istriku kelak. Terserah kamu mau berkata apa. Toh jujur kukatakan. Tak ada cinta untukku padamu wahai gadis. Aku hanya bernafsu padamu. So, jangan dekati diriku sebelum sesalmu nanti.

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...

AKAL DAN WAHYU DALAM PANDANGAN IBN RUSHD DAN IBN TAYMIYYAH

Diarsipkan di bawah: DR.Hamid Fahmy zarkasih,M.phil , Seputar pemikiran islam Dalam sejarah pemikiran Islam persoalan hubungan antara akal dan wahyu merupakan issue yang selalu hangat diperd ebatkan oleh mutakallimun dan filosof. Issue ini menjadi penting karena ia memiliki kaitan dengan argumentasi -argumentasi mereka dalam pembahasan tentang konsep Tuhan, konsep Ilmu Ilmu, konsep etika dan lain sebagainya. ( Untuk diskusi tentang etika George F Hourani, Reason and Tradition in Islamic Ethic, Cambridge: Cambridge University Press, 1985) Mereka berorientasi pada usaha untuk membuktikan kesesuaian atau hubungan antara akal dan wahyu. (Lihat A.J.Arberry, Revelation and Reason in Islam). Dalam konteks ini konsep akal, wahyu dan ta’wil menjadi topik yang penting. Filosof Muslim terpenting yang berusaha membuktikan hubungan antara akal dan wahyu adalah Ibn Rushd (520 H/ 1126 A-595/ 1198) penulis buku Fasl al-Maqal dan Ibn Taymiyyah 662/ 1263 – 728/1328 A.H. penulis b...