Langsung ke konten utama

Debat 1

Erato Baskoro

YESUS AJARKAN DUA KALIMAT SYAHADAT DAN MENGAKU DIA HANYA SEORANG UTUSAN TUHAN !!!

YOHANES 17:3
“INILAH HIDUP YANG KEKAL ITU, YAITU BAHWA MEREKA MENGENAL ENGKAU, SATU SATUNYA ALLAH YANG BENAR, DAN MENGENAL YESUS KRISTUS YANG TELAH ENGKAU UTUS”.

CATATAN:

YESUS MENGAKU DENGAN JUJUR DAN POLOS BAHWA SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR, ADALAH ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA, DAN DIA HANYA SEORANG UTUSAN TUHAN. INI BERARTI YESUS MENGAJARKAN DUA KALIMAT SYAHADAT (SYAHADATIN), YANG JIKA DI BAHASA ARABKAN

“ASYHADU ANLA ILAAHA  ILLALLAHU, WA ASYHADU ANNA ISA RASULULLAH”,

YANG ARTINYA:

TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH, ISA RASULULLAH (UTUSAN ALLAH).
NAH SEPENINGGAL YESUS, NABI KITA MUHAMMAD SAW JUGA MENGAJARKAN DUA KALIMAT SYAHADAT:

“ASYHADU ANLA ILAAHA ILLALLAHU, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH”,

TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH!
INI MERUPAKAN SUATU BUKTI BAHWA KITA UMAT ISLAMLAH YANG MENERUSKAN AJARAN YESUS TERSEBUT.

SEMENTARA UMAT KRISTEN TIDAK MENGENAL DUA KALIMAT SYAHADAT, BAHKAN SYAHADATIN BAGI SELURUH UMAT ISLAM DIDUNIA, MERUPAKAN PINTU AWAL MENJADI SEORANG MUSLIM.

PADA AYAT TERSEBUT, SANGAT JELAS SEKALI YESUS MENGAKU DENGAN JUJUR DAN POLOS BAHWA SATU-SATUNYA TUHAN YANG BENAR ADALAH BAPA (ALLAH SWT) DAN IA HANYA SEORANG UTUSAN SAJA.

APA YANG YESUS UCAPKAN PADA YOH 17:3 TADI, SAMA SEKALI TIDAK DIANGGAP DAN TIDAK DIAMALKAN OLEH MEREKA, BAHKAN MEREKA MENJADIKAN YESUS SEBAGAI TUHAN ATAU ALLAH ITU SENDIRI YANG MEREKA SEMBAH.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEMPATAN YANG KEDUA

"Wow, ternyata akhirat hanya begini saja. Aku pikir gimana gitu." Pikirku sambil tertawa riang. "Qiamat telah terjadi dan ternyata hanya begini saja. Aku masih melenggang bebas tanpa ada rintangan apapun. Hmhm... Aku memang layak masuk surga. Amal kebajikanku banyak pastinya Alloh memasukanku ke dalam surga. Hahaha..." Aku tertawa puas dan bangga sekali dengan diriku. "Aduuh panaaaaas... Ampuuun Ya Alloh... Aku bertaubat Ya Alloh.. Panaaas." Aku menghentikan tertawaku. Terkejut mendengar rintihan kesakitan. Di mana suara rintihan itu? Kepalaku menengok kanan kiri namun tak kutemukan empunya suara. Kuarahkan pandanganku ke bawah kakiku. Hah, aku terkejut bukan kepalang ternyata di bawahkulah tempat siksaan neraka jahannam tempat para pendosa. Kulihat jutaan sosok manusia sedang menghadapi hari penghukuman. Namun, mataku tertuju kepada sosok laki-laki yang rintihannya kudengar keras tadi. Kutatap ia dengan penuh rasa penasaran. Eh,sepertinya wajahnya tidak...

TAKUT

Rasa takut adalah suatu perasaan yang timbul apabila orang menghadapi sesuatu yang belum terjadi. Kalau orang membayangkan hal-hal yang hebat, malapetaka yang akan menimpanya di masa depan, maka orang itu akan dicekam perasaan takut. Takut dan khawatir hanya merupakan permainan dari pikiran kita sendiri yang membayangkan hal-hal yang belum tiba, memikirkan masa depan dan mengkhayalkan kejadian-kejadian mengerikan yang mungkin menimpa diri kita. Kalau kejadian itu sudah datang menimpa kita, maka rasa takut itu pun tidak akan ada lagi. Kemudian muncul kembali rasa takut membayangkan hal lain yang mungkin datang menimpa kita yang lebih hebat lagi. Kalau ada wabah mengamuk, kita yang belum terkena penyakit tentu menjadi ketakutan dengan membayangkan bahwa kita akan terkena penyakit itu. Akan tetapi kalau penyakit benar-benar sudah menimpa kita, kita tidak lagi takut menghadapi penyakit yang sudah diderita, yang kita takuti mungkin kematian yang belum tiba. Pendeknya, segala hal yang belu...

Bumbu Cinta

"Ayah sayang, melihat ayah makan masakanku dengan lahap saja sudah membuatku bahagiaaaa sekali." Ujarku dengan sumringah. Tiba-tiba suamiku menghentikan makannya dan melotot kepadaku seolah marah. Tentu saja aku kaget bukan main. "Kenapa ayah? Apa jangan-jangan masakannya tidak enak ya?" Tanyaku penuh sesal dan kecewa. "Enak dari mana?" Jawab suamiku terlihat marah. Sejenak ia terdiam dan menatapku dengan nanar. Tak pernah sekalipun ia menatapku dengan tatapan marah seperti ini. Tak terasa air mataku pun mengalir. "Bunda, jujur saja. Ini tuh... Duuuuuuhh.. Enak banget." Jawabnya sambil ketawa-ketawa dan memeluk diriku. "Iiih.. Ayaaaaah.. Tega banget sih isengin bunda." Teriakku sambil memukulinya dengan manja.. "Intermezo, sayang. Biar setiap hari kita bahagia dan seru terus. Ayah kaget sekali melihat bunda menangis. Maafkan ayah ya bunda sayang." Ujarnya dengan lembut sambil mencium mataku. Indah. Inilah bumbu cinta yan...